Fakfak Youth Conservation Group Gelar Webinar Dengan Tema “Mari Bicara Taman Pesisir Fakfak”

- Jurnalis

Selasa, 2 Februari 2021 - 12:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Embaranmedia.com, Fakfak (Papua Barat ) – Guna meningkatkan pengetahuan dan pemahaman public Fakfak tentang Kawasan Konservasi Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil Teluk Berau dan Teluk Nusalasi-Van Den Bosch yang dikenal dengan Taman Pesisir Fakfak, komunitas muda konservasi Fakfak yang terdiri dari komunitas Fakfak Mengajar (FM), Kitong Bisa Learning Centre(KBLC) Fakfak, dan Conservation International Indonesia dibawah koordinasi UPTD Pengelolaan KKP Kaimana-Fakfak sebagai pengelola Taman Pesisir Fakfak menggelar Webinar dengan tema “Mari Bicara Taman Pesisir Fakfak”, Selasa (02/02/2021).

Kegiatan ini digelar pada dasarnya adalah untuk memperkenalkan kepada public  tentang Kawasan Konservasi Taman Pesisir Fakfak yang memiliki potensi baik perikanan maupun pariwisata. Potensi ini akan terus ada dan memberikan manfaat bagi Fakfak jika dikelola secara baik dan berkelanjutan.

Menurut Kepala UPTD Pengelolaan KKP Kaimana-Fakfak, Bapak Eli Auwe, bahwa sangat penting masyarakat paham tentang fungsi utama Kawasan konservasi taman pesisir Fakfak yang pada intinya adalah untuk menjamin kelestarian sumberdaya alam Fakfak demi kesejahteraan masyarakat.

“Jika banyak masyarakat yang mengetahui dan paham bahwa sumberdaya yang lestari dan terkelola dengan baik akan secara terus menerus memberikan manfaat bagi kelestarian masyarakat, maka pasti dukungan dan keterlibatan masyarakat akan optimal dalam pengelolaannya. Konservasi adalah bukan untuk melarang, tetapi untuk mengatur dan mengelola sumberdaya alam sehingga bisa memberikan manfaat secara terus menerus” Jelas Eli.

Baca Juga :  Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi

Kegiatan webinar yang digelar secara online ini, menyasar pada masyarakat dan public Fakfak. Nyatanya, peserta yang tercatat kurang lebih 200 orang tersebut bukan hanya berasal dari Fakfak tetapi dari Kabupaten lain diluar Papua Barat bahkan dari Provinsi lain meskipun masih didominasi oleh peserta yang berasal dari Fakfak.

Dalam webinar dihadirkan narasumber yang berasal dari Pemerintah Provinsi Papua Barat, akademisi, praktisi lingkungan dan bahkan berasal dari salah satu anggota masyarakat yang secara mandiri telah melakukan upaya-upaya perlindungan terhadap Kawasan atau biasa dikenal dengan sebutan Champion. Pelibatan Champion dalam webinar ini adalah untuk memberikan pesan kepada public bahwa siapapun bisa terlibat dalam upaya pengelolaan Kawasan konservasi.

Seperti yang dijelaskan oleh Project Manager Koridor Kaimana-Fakfak Conservation International Indoenesia, Bapak Nur Ismu Hidayat bahwa, kegiatan seperti ini adalah untuk menjaring lebih banyak keterlibatan dan dukungan dari masyarakat. “Diharapkan dengan adanya kegiatan seperti ini, masyarakat baik yang berada di dalam dan di luar Kawasan Konservasi maupun public umum di Fafkak bisa lebih mengenal dan bahkan turut serta dalam pengelolaan baik dalam rangka perlindungan, pelestarian maupun pemanfaatan secara lestari terhadap sumberdaya yang ada dalam Kawasan Konservasi,”Paparnya.

Baca Juga :  DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional

Webinar ini merupakan sebuah kegiatan pembuka dari rangkaian kegiatan lomba video konten kreatif dengan tema “Mari Bicara Taman Pesisir Fakfak” yang akan digelar setelah webinar selesai hingga akhir Februari 2021. Kegiatan lomba ini diinisiasi dengan melihat potensi para generasi muda Fakfak yang cukup kreatif dalam menyampaikan ide-ide dengan menggunakan platform media sosial apapun.

Untuk itu, kreatifitas anak muda Fakfak di trigger untuk bisa secara lebih maksimal lagi digunakan untuk lebih berkonten positif seperti untuk melakukan kampanye terhadap isu lingkungan.

Menurut Imanuel Hindom, Ketua Fakfak Mengajar bahwa kreatifitas anak muda Fakfak akan sangat baik jika mampu berkontribusi dalam mendorong perubahan di Fakfak. “Anak-anak muda di Fakfak itu sangat kreatif dan kita berupaya untuk mendorong agar kreatifitas tersebut bisa memberikan dampak perubahan terutama dalam untuk isu Pendidikan dan lingkungan. Jika mereka bisa membuat sebuah video kampanye sederhana saja yang bisa viral dan menyadarkan banyak orang, itu akan sangat baik,” harap Manu.

Senada dengan Manu, menurut Hani Edmond, CEO KBLC Fakfak menegaskan bahwa keikutsertaan anak muda dalam melakukan kampanye termasuk untuk isu Lingkungan akan cukup efektif mengingat pemahaman dan tingkat kreatifitas mereka yang tinggi.

“Kalau anak muda Fakfak bisa terlibat dalam melakukan kampanye tentang pengelolaan sumberdaya alam, maka itu akan memberikan efek yang baik mengingat anak-anak muda ini memiliki jaringan yang luas dan punya kemampuan menyebarkan informasi dengan baik, apalagi jika ditambah dengan penguasaan mereka terhadap teknologi dan platform media sosial. Yang dibutuhkan adalan mengisi kualitas informasi yang disebarkan. Itu yang penting,” jelas Hani.

Baca Juga :  DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional

Diharapkan dengan kegiatan webinar ini, akan banyak masyarakat yang paham tentang pengelolaan Kawasan konservasi, dan lebih penting lagi, akan semakin banyak orang yang terlibat dan mendukung pengelolaan Kawasan Konservasi Taman Pesisir Fakfak.

Selain itu juga, Tentang UPTD Pengelolaan KKP Kaimana. UPTD Pengelolaan KKP Kaimana adalah Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan Kaimana sebagai bagian dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Papua Barat. Dibentuk berdasarkan Peraturan Gubernur Papua Barat No. 19 Tahun 2019 tentang Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan, UPTD Pengelolaan KKP Kaimana bertugas untuk membantu Kepala DKP Provinsi Papua Barat dalam melaksanakan tugas teknis perlindungan, pemanfaatan serta pelestarian wilayah pengelolaan konservasi perairan di Kabupaten Kaimana yang ditetapkan dengan Kepmen Kelautan dan Perikanan No 25/KEPMEN-KP/2019 dan wilayah pengelolaan konservasi taman pesisir di Kabupaten Fakfak yang ditetapkan melalui Kepmen Kelautan dan Perikanan No 79/KEPMEN-KP/2020. (EF)

Berita Terkait

DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional
Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi
Akhir Pekan Minggu 7 Januari 2024, Wisata Pulau Tubir Seram Fakfak Ramai Dikunjungi Warga
Resmi Dilaunching, Ini Makna Logo Brand Pariwisata Fakfak
Bupati dan Wakil Bupati Launching Logo Brand Pariwisata Kabupaten Fakfak
Berikan Spot Foto Terbaik Bagi Wisatawan, Pemkab Fakfak Bangun Dua Menara Pandang di Pulau Ugar
Komunitas Kokorog Gelar Wokshop Fotografer Dasar Yang Diikuti 27 Peserta Asal Fakfak
Hadiri Pemasangan Kerakera Diwilayah Magrove Taman Pesisir Teluk Berau, Wabup Yohana Hindom: Semoga Membawa Berkat Bagi Kita Semua
Berita ini 3 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 20 Juni 2024 - 15:45 WIB

DPC HPI Fakfak Upaya Promosikan Pulau Kokoraf Jadi Destinasi Wisata Tingkat Nasional

Rabu, 19 Juni 2024 - 18:59 WIB

Survey Mina Wisata di Site Kokoraf Fakfak, Bupati UT sebut Pulau Ini Miliki Potensi Wisata Religi

Minggu, 7 Januari 2024 - 17:34 WIB

Akhir Pekan Minggu 7 Januari 2024, Wisata Pulau Tubir Seram Fakfak Ramai Dikunjungi Warga

Minggu, 26 November 2023 - 12:40 WIB

Resmi Dilaunching, Ini Makna Logo Brand Pariwisata Fakfak

Minggu, 26 November 2023 - 12:19 WIB

Bupati dan Wakil Bupati Launching Logo Brand Pariwisata Kabupaten Fakfak

Kamis, 2 November 2023 - 08:28 WIB

Berikan Spot Foto Terbaik Bagi Wisatawan, Pemkab Fakfak Bangun Dua Menara Pandang di Pulau Ugar

Sabtu, 28 Oktober 2023 - 13:02 WIB

Komunitas Kokorog Gelar Wokshop Fotografer Dasar Yang Diikuti 27 Peserta Asal Fakfak

Minggu, 22 Oktober 2023 - 09:52 WIB

Hadiri Pemasangan Kerakera Diwilayah Magrove Taman Pesisir Teluk Berau, Wabup Yohana Hindom: Semoga Membawa Berkat Bagi Kita Semua

Berita Terbaru

error: