Buta Calistung, Pemkab Fakfak Bentuk Kelas Baca di Setiap Sekolah Dasar 

Embaranmedia.com, FAKFAK – Dalam menekan turun angka buta Membaca, Menulis dan Berhitung (Calistung), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Fakfak telah membentuk kelas baca di setiap Sekolah Dasar (SD).

Itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Fakfak Mahmud La Biru kepada Media di Fakfak Papua Barat, Rabu (5/6/2024).

“Pada tahun 2022, setelah kami melihat data angka yang tidak bisa Calistung cukup tinggi sehingga kami di Dinas Pendidikan berupaya untuk menurunkannya, salah satunya dengan membentuk kelas baca pada sekolah-sekolah,”jelas Mahmud Labiru.

Baca Juga :  Menuju Indonesia Emas 2045, Kemdiktisaintek Ubah Cara Kampus Kelola Program Studi

Mahmud pun mengatakan, pihaknya juga melakukan kerjasama dengan yayasan secara independen yaitu Yayasan Nusantara Sejati untuk melakukan studi bagaimana kondisi anak-anak tingkat SD hingga SMP yang belum bisa membaca.

“Ini tentu merupakan komitmen pemerintah daerah melalui brand Fakfak Cerdas yang kami coba break down ke berbagai sekolah-sekolah,”ungkapnya.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026: 11 Rekomendasi Beasiswa Dibagikan untuk Perempuan Fakfak ke Unimuda Sorong

Dalam kesempatan itu, Mahmud mengakui dari hasil studi yang dilakukan tersebut memang cukup tinggi anak-anak tingkat SD dan SMP di Fakfak belum bisa membaca dan menghitung.

“Maka dari itu, sudah ada regulasi dan pemerintah telah menerbitkan edaran supaya wajib ada kelas membaca,”ucapnya.

Dikatakannya, setiap saat nanti akan ada terus program ini berjalan dan lebih diintensifkan ke sekolah-sekolah pada distrik terjauh di Kabupaten Fakfak.

Baca Juga :  Hari Kartini 2026: 11 Rekomendasi Beasiswa Dibagikan untuk Perempuan Fakfak ke Unimuda Sorong

“Update terbaru, saya cek memang anak-anak di kelas IV SD ke atas sudah bisa membaca dan berhitung dengan baik,”ungkap Mahmud Labiru.

Memang diakuinya, tidak mudah untuk mengentaskan buta calistung, tetapi ia memastikan pemerintah daerah tidak tinggal diam menghadapi persoalan penting di dunia pendidikan tersebut.

Tutup
error: