EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Yohana Dina Hindom atau yang biasa disapa mama Yoh menyampaikan orasi politiknya di hadapan ratusan simpatisan yang menghadiri kampanye terbatas di kampung sekban.
Dalam orasinya, mama Yoh menyampaikan bagaimana perjuangan beliau sebagai orang lapangan di birokrasi.
“Saya pernah ke bomberay pakai perahu, tidur di kampung fior, dan cek Pembangunan sekolah di bomberay hanya jalan kaki atau mengandalkan motor sahabat saya,’’ungkap Yohana Hindom atau yang akrab disapa Mama Yoh sambil menunjuk sahabatnya.
‘’Jadi kalau hari ini ada orang yang bicara program tanpa turun ke lapangan, itu omong kosong,”ungkap mama yoh di hadapan para simpatisan UTA_YOH yang hadir di kampung sekban Jumat (11/10/2024) malam.
Lebih lanjut, Ia menegaskan bahwa pada dasarnya harga diri di atas segalanya, bukan uang sebagai ukuran.
Yohana Hindom mengatakan bahwa visi misi UTA_YOH sudah menjadi satu dokumen perencanaan Pembangunan daerah yang harusnya lima tahun, namun efektifnya hanya dua tahun, dan satu tahun pertama kami hanya mengawal visi misi dari kepemimpinan sebelumnya.
“Maka kami berdua perlu melanjutkan satu periode lagi untuk menuntaskan program dan visi-misi yang telah kami dua rencanakan,”pintanya.
Yohana Hindom juga Perempuan Mbaham yang saat ikut bertarung di Pilkada Fakfak 2024 itu mengungkapkan, dirinya Bersama Untung Tamsil diperiode pertama telah banyak berbuat untuk Masyarakat.
“Tetapi kami saat menjabat, Bahasa kasar kitong dua ini cuci piring. Piring kotor yang begitu banyak kitong dua sudah selesaikan. Sekarang kitong hanya tinggal fokus untuk melanjutkan Pembangunan di negeri ini dengan niat kami membuat pemulihan di Fakfak,”ungkapnya.
Sekali lagi, Yohana Hindom menegaskan, kalau ada yang hanya duduk baru bicara program tanpa turun ke lapangan itu jangan percaya.
“Karena saya ini orang lapangan, saya tau susahnya Masyarakat itu seperti apa,”tutupnya







