EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Koalisi Fakfak Bersinar Calon Bupati Fakfak Untung Tamsil-Yohana Dina Hindom mengungkapkan adanya sejumlah pengurus dan kader Dewan Pimpinan Daerah Partai Golongan Karya (DPD Golkar) Kabupaten Fakfak, Papua Barat tidak patuh terhadap perintah DPP Partai Berlambang Pohon Beringin dibawah Kepemimpinan Bahlil Lahadalia untuk memenangkan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Fakfak Untung Tamsil-Yohana Dina Hindom diusung Partai Golkar pada Pilkada Fakfak 2024.
Itu diungkapkan Abdul Gani Ishak Bauw, Ketua Tim Koalisi Fakfak Bersinar (KFB) Calon Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Calon Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom berjargon UTA_YOH didampingi Sekretarisnya, Abdul Rahman kepada awak media di Sekretariat KFB Kabupaten Fakfak, Senin malam (14/10/2024).
Abdul Gani Ishak Bauw mengungkapkan, Ketua DPD Golkar Kabupaten Fakfak dan Anggota DPRD Fakfak dari Partai Golkar Dapil Tiga hanya mengikuti kegiatan serimonial mengantarkan Pasangan Calon (Paslon) UTA_YOH mendaftar dan pencabutan nomor urut calon di KPU Kabupaten Fakfak, selanjutnya secara teknis pelaksanaan mensosialisasikan maupun merekrut pendukung dan simpatisan untuk bergabung dengan pasangan Uta’Yoh melalui FKB benar-benar belum nampak.
“Kami tekankan di sini adalah sangat memprihatinkan yaitu Partai Golongan Karya Kabupaten Fakfak, yang Ketua DPD nya adalah juga Wakil Ketua Sementara DPRD Kabupaten Fakfak dan juga Anggota DPRD Dapil tiga, yang hanya mengantarkan pasangan calon untuk mendaftar kemudian penarikan nomor urut pasangan calon,” ujar Abdul Gani Ishak Bauw selaku Ketua Tim Koalisi Fakfak Bersinar.
“Ini adalah kegiatan seremonial yang kami lihat saja, namun secara teknis pelaksanaan dibawa, baik mensosialisasikan maupun merekrut pendukung dan simpatisan untuk bergabung dengan pasangan yang telah didukung Uta’Yoh jilid dua yang tergabung dalam Koalisi Fakfak Bersinar benar-benar belum nampak, sehingga kami minta ada keputusan atau teguran dari baik DPD tingkat satu maupun DPP Partai Golkar,” tegas Abdul Gani Ishak Bauw.
Pasalnya, Perintah Ketua Umum DPP Partai Golkar, Bahlil Lahadalia sangat jelas untuk setiap kader, simpul relawan dan pengurus tingkat satu dan dua untuk wajib memenangkan pasangan calon kepala daerah yang diusung oleh Partai Golongan Karya.
Kemudian lebih lanjut, Gani Bauw sapaan akrabnya menyatakan tidak keterlibatan Ketua DPD Partai Golkar Fakfak dan Anggota DPRD Fakfak dari Golkar Dapil Tiga itu sangat nampak mulai Deklarasi dan penjemputan kandidat dari Jakarta dan membentuk WhatsApp Group.
“Ketika kami masukan semua Pimpinan Partai Politik yang tergabung dalam Koalisi Fakfak Bersinar ke dalam WhatsApp Group (WA Group), namun Pimpinan Partai Golkar sendiri keluar dari kami punya WA Group,” beber Gani Bauw.
Ia juga menuturkan, bukti lain ada beberapa undangan telah diberikan kepada yang bersangkutan dibuktikan dengan ekspedisi surat keluar.
“Adanya langkah-langkah baik yang kami lakukan dari Koalisi Fakfak Bersinar ini, namun mereka tidak mengindahkan. Untuk itu, kami minta ketegasan dari pimpinan di atas kami yaitu pengurus wilayah atau provinsi di Manokwari maupun dari DPP Partai Golongan Karya,” pintanya.
Gani Bauw berharap masih ada waktu untuk kembali bergabung dengan KFB Uta’Yoh, namun harus serius bekerja untuk kepentingan rakyat Fakfak bukan kepentingan Partai Politik atau orang per orang.
“Kami berharap masih ada waktu, namun harus dengan serius, kita bekerja dengan Uta’Yoh ini benar-benar untuk kepentingan rakyat di Kabupaten Fakfak, bukan untuk kepentingan kami partai politik atau orang per orang,” pintanya.
Abdul Gani menambahkan, Pengurus DPD Partai Golkar yang selalu aktif dalam KFB Uta’Yoh, yaitu Abdul Gani Ishak Bauw, Wakil Ketua Bidang Organisasi DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak, Ketua Pemenangan Pemilu dan Pendidikan Politik, Roby Awaludin dan Isah Patanduk Wakil Ketua Bidang Pariwisata, Kreatif, Koperasi , Wiraswasta dan UKM DPD Partai Golkar Kabupaten Fakfak.
Sementara itu, Abdul Rahman Sekretaris KFB Calon Bupati Fakfak Untung Tamsil dan Calon Wakil Bupati Fakfak Yohana Dina Hindom (Uta’Yoh) mengakui, segala macam bentuk administratif yang melibatkan Partai Politik sudah dilakukan.
“Bahkan kami mengundang secara khusus Partai Golkar dan dilayangkan undangan disertai buku ekspedisi diterima langsung sekretaris DPD II Partai Golkar Fakfak namun semua itu tidak diindahkan dengan baik dan tidak hadir dalam rapat-rapat strategis pemenangan Uta’Yoh,” ujar Ketua DPC PBB Fakfak ini.
Meski tidak hadir, kata Abdul Rahman terus melaksanakan perintah Partai Politik yang telah memberikan kepercayaan, rekomendasi kepada Uta’Yoh.
“Tujuan rekomendasi sangat jelas untuk memenangkan pasangan yang diusung oleh DPP Partai Politik dan kami hanya meminta kepada DPP bisa menegaskan kembali kepada pengurus maupun kader agar kembali bersama-sama kami Koalisi Fakfak Bersinar untuk bergerak memenangkan Uta’Yoh tanggal 27 November 2024,”pungkasnya.







