Desakan Menguat: DPP IMM Diminta Evaluasi Total Kepemimpinan DPD Maluku

EMBARANMEDIA.COM, KOTA AMBON – Kritik tajam dialamatkan kepada Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku atas minimnya realisasi program kerja selama masa periodesasi kepemimpinan di bawah Ketua Umum Abubakar Maku.

Menjelang akhir masa jabatan, DPD IMM Maluku dinilai belum menunjukkan progres signifikan, bahkan belum melaksanakan Musyawarah Daerah (Musda), yang seharusnya menjadi agenda utama dalam rangka regenerasi kepemimpinan organisasi.

Sejak dilantik, pengurus DPD IMM Maluku dianggap gagal menjalankan agenda-agenda strategis yang telah dirumuskan dalam rapat kerja. Program-program kaderisasi, advokasi, hingga konsolidasi organisasi praktis mengalami stagnasi tanpa arah yang jelas.

Baca Juga :  Monetisasi Ruang Publik dan Rasionalitas Politik Fiskal: Membaca Kebijakan Pramono dalam Tradisi Kebijakan Berani Jakarta

Kondisi ini memicu kekecewaan dari berbagai pihak, termasuk para kader IMM di daerah.

“Kami menilai DPD IMM Maluku di bawah kepemimpinan Abubakar Maku tidak menunjukkan komitmen terhadap amanah organisasi. Tidak ada realisasi program kerja yang berarti, dan ini sangat mencoreng semangat gerakan IMM di Maluku,”ujar Immawan Mansyur Tomagola, salah satu kader aktif IMM Maluku kepada wartawan Embaranmedia.com di Kota Ambon, pada Selasa (27/5/2025).

Baca Juga :  Menteri Imipas: Pemasyarakatan Harus Berbasis Pemulihan, Bukan Sekadar Pemenjaraan

Menurut Mansyur, kegagalan terbesar DPD IMM Maluku adalah tidak segera menyelenggarakan Musda sebagai forum tertinggi organisasi di tingkat daerah. Musda bukan sekadar seremoni, melainkan wadah pertanggungjawaban kinerja kepengurusan dan pemilihan pemimpin baru demi keberlangsungan organisasi.

“DPD IMM seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah kaderisasi. Namun yang terjadi sekarang sangat disayangkan. Kami mendesak DPP IMM untuk segera memanggil Abubakar Maku dan mengevaluasi total kepemimpinannya. Jangan biarkan IMM Maluku terjebak dalam stagnasi,” tegas Umar Lewen.

Baca Juga :  Monetisasi Ruang Publik dan Rasionalitas Politik Fiskal: Membaca Kebijakan Pramono dalam Tradisi Kebijakan Berani Jakarta

Desakan ini kian menguat di tengah keresahan kader yang khawatir organisasi akan kehilangan momentum regenerasi serta semangat gerakan. Oleh karena itu, para kader meminta Ketua Umum DPP IMM agar segera mengambil sikap tegas untuk memulihkan kondisi organisasi di Maluku.

DPD IMM Maluku diharapkan segera melaksanakan Musyda demi menjaga kesinambungan kaderisasi dan integritas organisasi. IMM adalah ruang perjuangan yang tidak boleh diisi dengan kelalaian maupun ketidaktertiban struktural. (EM/AM)

Tutup
error: