Anak Sekolah Belajar Tradisi Daerah, Ini Cara Unik Disparbud Fakfak Lestarikan Budaya

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disparbud) Kabupaten Fakfak meluncurkan program unggulan bertajuk “Budaya Lokal Masuk Sekolah” yang mulai diterapkan secara aktif pada tahun 2025.

Program ini bertujuan menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap warisan budaya daerah.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak melalui Kepala Seksi Sejarah, Tradisi, dan Kesenian, Ayuba Temongmere, S.Pd, saat ditemui wartawan Embaranmedia.com di ruang kerjanya, Rabu siang (25/06/2025).

Baca Juga :  Ingin Jadi Polisi? Penerimaan Polri 2026 Dibuka, Polres Fakfak Siap Dampingi Pendaftaran

“Saat ini kami fokus pada program Budaya Masuk Sekolah. Mengapa? Karena yang kami lihat, di Fakfak ini yang mencintai budaya umumnya hanya orang tua. Anak-anak justru kurang berminat,” jelas Ayuba.

Ia menjelaskan bahwa program ini dirancang sebagai bentuk penguatan identitas budaya lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar, khususnya bagi anak-anak usia sekolah.

Baca Juga :  Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih

“Ini bagian dari komitmen kami agar nilai-nilai budaya tidak hilang. Harapannya, anak-anak sejak usia dini bisa lebih mencintai, memahami, dan mengembangkan budaya mereka sendiri,” tambahnya.

Program ini sejatinya telah diuji coba sejak Oktober 2024, dengan pelaksanaan perdana di SMA Negeri 1 Kokas.

“Tahun lalu, kami sudah mulai di SMA Negeri 1 Kokas. Kegiatannya beragam, seperti kompetisi alat musik tradisional, lomba anyaman tomang, menyanyi dengan lagu berbahasa daerah, hingga lomba pidato menggunakan bahasa daerah,” ungkap Ayuba.

Baca Juga :  Dorong Optimalisasi Layanan, Kanwil BPN Papua Barat Monitoring Program PTSL di Fakfak

Melalui program ini, Disparbud Fakfak berharap dapat memperkuat jati diri generasi muda Fakfak dan membangun kebanggaan terhadap kekayaan budaya lokal yang dimiliki.

Jurnalis: Ismail Weripang || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: