Wagub Papua Barat Daya Ahmad Nausrau Hadiri Halal Bi Halal KKST Sorong, Tekankan Makna Sukses Ramadhan

EMBARANMEDIA.COM, KOTA SORONG — Wakil Gubernur Papua Barat Daya sekaligus Ketua Majelis Ulama Indonesia Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menghadiri sekaligus memberikan tausiyah dalam kegiatan Halal Bi Halal yang diselenggarakan oleh Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara, Minggu (26/04/2026), bertempat di Sekretariat KKST Kota Sorong.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana hangat, penuh kekeluargaan, dan sarat dengan nilai silaturahmi pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Halal Bi Halal ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial, memperkuat ukhuwah Islamiyah, serta menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat yang hidup harmonis di Kota Sorong.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua KKST Papua Barat Daya, Ketua KKST Kota Sorong, Anggota DPRD Kota Sorong, Kadisminpers Kodaerah XIV Sorong, Kepala Biro Pemerintahan, Kesra dan Otsus Papua Barat Daya, Plt. Kasatpol PP Kota Sorong, Ketua DMI Papua Barat Daya, Dewan Penasehat MUI Papua Barat Daya, Dewan Penasehat KKST Kota Sorong, Majelis Ta’lim KKST Kota Sorong, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, tokoh pemuda, serta para tamu undangan lainnya.

Kehadiran H. Ahmad Nausrau dalam kegiatan tersebut memiliki makna yang sangat penting, bukan hanya sebagai Wakil Gubernur Papua Barat Daya, tetapi juga sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Papua Barat Daya yang memiliki tanggung jawab moral dan keagamaan dalam membina umat serta menjaga harmoni sosial di tengah masyarakat.

Dalam tausiyahnya, beliau menyampaikan bahwa bulan suci Ramadhan seharusnya meninggalkan bekas dan jejak yang baik dalam kehidupan setiap muslim. Ramadhan, menurut beliau, bukan hanya rutinitas ibadah tahunan, tetapi merupakan bulan pendidikan spiritual yang membentuk akhlak, kepribadian, kedisiplinan, kesabaran, serta keimanan seseorang kepada Allah SWT.

Baca Juga :  RAKERDA Perdana BKOW Papua Barat Daya Digelar, Ida Priyanti Nausrau Tegaskan Peran Strategis Perempuan

Beliau menjelaskan bahwa seseorang yang benar-benar sukses menjalani Ramadhan akan keluar dengan dua sifat utama, yaitu Hablum Minallah dan Hablum Minannas.

Hablum Minallah berarti bagaimana seseorang menjaga dan memperbaiki hubungannya dengan Allah SWT, melalui salat, doa, dzikir, menjalankan segala perintah-Nya, serta menjauhi segala larangan-Nya. Hubungan vertikal ini menjadi fondasi utama dalam kehidupan seorang muslim.

Sedangkan Hablum Minannas adalah bagaimana seseorang menjaga hubungan baik dengan sesama manusia, melalui kejujuran, keadilan, saling membantu, menghormati sesama, menjaga silaturahmi, menghindari konflik, menahan amarah, serta memiliki kelapangan hati untuk memaafkan orang lain.

Menurut beliau, keseimbangan antara dua hal tersebut merupakan ukuran keberhasilan seseorang setelah melewati bulan Ramadhan.

“Orang yang sukses menjalani Ramadhan adalah orang yang setelah keluar dari bulan suci tersebut menjadi lebih baik hubungannya dengan Allah dan lebih baik pula hubungannya dengan sesama manusia. Inilah makna sejati dari Hablum Minallah dan Hablum Minannas,” jelasnya.

Beliau menegaskan bahwa Halal Bi Halal menjadi momen yang sangat penting untuk memperkuat dua nilai tersebut. Halal Bi Halal bukan sekadar tradisi seremonial tahunan setelah Idulfitri, tetapi harus menjadi ruang untuk saling memaafkan, memperbaiki hubungan sosial, menghilangkan prasangka, dan memperkuat persaudaraan.

Hal ini, menurut beliau, sangat relevan dengan tema kegiatan yang diangkat, yaitu “Mari Kita Jaga Semangat Kebersamaan dan Persatuan di Antara Sesama.”

Baca Juga :  Wagub Papua Barat Daya Promosikan Surga Wisata Raja Ampat ke Kedubes AS

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga mengutip firman Allah SWT dalam QS Ali Imran ayat 133–134 yang menjelaskan tentang pentingnya bersegera menuju ampunan Allah dan ciri-ciri orang-orang bertakwa.

Ayat 133 berbunyi:

وَسَارِعُوا إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمَاوَاتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِينَ

Artinya:

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa.”

Sedangkan ayat 134 berbunyi:

الَّذِينَ يُنفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ وَالْكَاظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

Artinya:

“(Yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya serta memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebaikan.”

Beliau menjelaskan bahwa ayat tersebut memberikan pedoman yang sangat jelas mengenai ciri-ciri orang bertakwa dan bagaimana seseorang dapat meraih ampunan Allah serta surga-Nya.

Ada beberapa poin penting yang beliau tekankan dari ayat tersebut, yaitu:

Pertama, bersegera dalam kebaikan.

Jangan menunda-nunda untuk berbuat baik, memperbaiki diri, dan mencari ampunan Allah.

Kedua, menjadi dermawan dalam segala kondisi.

Orang bertakwa tetap mau berbagi, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.

Ketiga, menahan amarah.

Kemampuan mengendalikan emosi merupakan tanda kedewasaan iman dan akhlak seseorang.

Keempat, memaafkan kesalahan orang lain.

Baca Juga :  6 Aturan Tegas Kapolres Fakfak: Polisi Dilarang Hidup Hedonis di Medsos

Tidak menyimpan dendam dan mampu memberi maaf adalah bagian penting dari akhlak mulia.

Kelima, berbuat ihsan.

Allah mencintai orang-orang yang berbuat baik secara tulus dan maksimal.

“Ukuran keberhasilan Ramadhan bukan hanya banyaknya ibadah kita, tetapi sejauh mana akhlak kita menjadi lebih baik. Apakah kita lebih sabar, lebih pemaaf, lebih peduli, dan lebih bermanfaat bagi orang lain,” ujarnya.

Sebagai Ketua Majelis Ulama Indonesia Papua Barat Daya, beliau juga mengajak seluruh masyarakat, khususnya warga KKST Kota Sorong, untuk terus menjaga persatuan, memperkuat kebersamaan, dan menjadikan keberagaman sebagai kekuatan dalam membangun Papua Barat Daya.

Menurutnya, masyarakat Sulawesi Tenggara yang berada di Kota Sorong memiliki kontribusi besar dalam menjaga stabilitas sosial, keharmonisan, dan pembangunan daerah. Oleh karena itu, semangat persaudaraan dan kekeluargaan harus terus dipelihara.

Di akhir sambutannya, atas nama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, atas nama pribadi dan keluarga, beliau menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat.

“Selamat Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga Allah SWT menerima seluruh amal ibadah kita dan menjadikan kita pribadi yang lebih baik setelah Ramadhan,” tutupnya.

Acara Halal Bi Halal berlangsung dengan khidmat, penuh keakraban, dan menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan sosial, memperkuat nilai keislaman, serta menjaga persatuan di tengah masyarakat Papua Barat Daya.

Pewarta: ZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: