Polinef Butuh Dukungan Menteri, Direktur Usulkan Prodi Sesuai Kebutuhan Industri Daerah

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Politeknik Negeri Fakfak (Polinef) menggelar kuliah umum bertajuk “Diktisantek Berdampak untuk Papua” yang dibawakan langsung oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yulianti, Ph.D. Acara ini berlangsung pada Jumat, 4 Juli 2025, bertempat di Gedung Ketahanan Pala, Politeknik Negeri Fakfak.

Dalam sambutan pembukaan, Direktur Polinef, Muhammad Nur, S.IP., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran Menteri Prof. Brian akan memberikan dampak positif terhadap pembangunan pendidikan dan peningkatan sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Fakfak.

Baca Juga :  Pala Fakfak Naik Kelas, Pemda Buka Perluasan 50 Hektare di Werba Raya dan Malakuli

“Sesuai dengan program Kampus Berdampak dari Kemendikti Saintek yang bertujuan menjadikan perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial yang aktif dan mampu memecahkan masalah nyata di masyarakat, kami percaya bahwa kedatangan Bapak Menteri akan memberikan kontribusi besar, baik bagi pembangunan infrastruktur pendidikan vokasi maupun pengembangan SDM di Politeknik Negeri Fakfak,” ujarnya.

Baca Juga :  Milad ke-109 ‘Aisyiyah Fakfak Teguhkan Dakwah Kemanusiaan dalam Spirit Satu Tungku Tiga Batu

Lebih lanjut, Muhammad Nur juga menyampaikan harapan kepada Menteri untuk mendukung rencana pembukaan sejumlah program studi baru di Polinef guna menjawab kebutuhan pasar industri dan permintaan dari pemerintah daerah.

“Kami memohon dukungan Bapak Menteri untuk pembukaan beberapa program studi baru, di antaranya D-III Teknologi Pertambangan Mineral, D-III Teknologi Eksplorasi Minyak dan Gas, Agribisnis Perikanan, D-IV Kimia Terapan, D-IV Administrasi Pemerintahan Daerah, D-IV Teknologi Rekayasa Perangkat Lunak, dan D-IV Teknologi Rekayasa Energi Terbarukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati Fakfak Apresiasi Kapten Prasetyo, Luncurkan Buku “Mozaik Budaya Fakfak”

Kemudian, Acara ini sekaligus menjadi momentum penjaringan aspirasi dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan tinggi dan pembangunan daerah, khususnya di Papua Barat.

Jurnalis: AS || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: