50 Hari yang Tak Terlupakan: Kisah Haru Mahasiswa Unpatti KKN di Ohoi Disuk

EMBARANMEDIA.COM, KOTA AMBON – Suasana haru menyelimuti momen perpisahan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Pattimura (UNPATTI) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) dengan masyarakat Ohoi Disuk. Selama 50 hari, para mahasiswa tinggal, berkarya, dan berbagi cerita bersama warga di wilayah Iswadi, Iso, Wain Baru, dan khususnya Ohoi Disuk.

Samil Rahareng, salah satu mahasiswa KKN UNPATTI, menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara, Kepala Ohoi Disuk, serta seluruh masyarakat yang telah menerima mereka dengan penuh kehangatan.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Buka Rakortek Pendidikan 2026, Tegaskan SDM Unggul Kunci Masa Depan Maluku

“Sejak hari pertama kami tiba, kami disambut dengan senyum, pelukan hangat, dan hati yang terbuka. Kami tidak hanya tinggal di sini, tetapi benar-benar menjadi bagian dari Ohoi Disuk. Dukungan, tempat tinggal yang nyaman, makanan yang dibagikan dengan tulus, serta kasih sayang yang kami terima, adalah kenangan yang tak akan pernah kami lupakan,” ujar Samil dengan nada haru.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Buka Rakortek Pendidikan 2026, Tegaskan SDM Unggul Kunci Masa Depan Maluku

Ia menambahkan bahwa setiap program yang dijalankan mulai dari bidang pendidikan, pemberdayaan ekonomi lokal, restorasi karang, pelestarian mangrove, hingga pengembangan digital kreatif dapat terlaksana dengan baik berkat dukungan dan keterlibatan aktif warga.

“Kalian bukan hanya penerima program, kalian adalah sahabat, guru, dan keluarga kami,” tambahnya.

Bagi Samil dan rekan-rekannya, Ohoi Disuk bukan sekadar tempat singgah, melainkan telah menjadi rumah kedua yang meninggalkan jejak mendalam di hati mereka.

Baca Juga :  Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa Buka Rakortek Pendidikan 2026, Tegaskan SDM Unggul Kunci Masa Depan Maluku

“Perpisahan ini mungkin menciptakan jarak, tetapi tidak akan pernah memisahkan kasih dan persaudaraan yang telah kita bangun. Terima kasih untuk setiap senyum, pelukan, dan doa yang kalian berikan. Ohoi Disuk akan selalu hidup di hati kami,” tutupnya.

Jurnalis: Adli Maswain || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: