Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Berita

Disbun Fakfak Perkuat SDM OAP Lewat Bimtek di Ambon

badge-check


					Disbun Fakfak Perkuat SDM OAP Lewat Bimtek di Ambon Perbesar

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus berupaya mendorong peningkatan kapasitas pelaku usaha Orang Asli Papua (OAP) di sektor perkebunan. Salah satunya dengan mengirim enam orang untuk mengikuti Bimbingan Teknis (Bimtek) di Balai Besar Perbenihan dan Perlindungan Tanaman Perkebunan (BBPPT) Ambon yang digelar sejak Senin (25/8/2025) dan berlangsung selama lima hari.

Peserta bimtek terdiri dari empat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan dua pelaku usaha OAP, yakni penangkar benih pala serta pelaku usaha produksi minyak kayu putih. Fokus utama kegiatan ini adalah peningkatan keterampilan dalam teknik uji mutu berstandar, pengawasan penangkaran pala, serta pengembangan produksi minyak kayu putih berkualitas.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menegaskan bahwa bimtek ini merupakan langkah penting untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM).

“Kegiatan ini bagian dari upaya kita memberikan pelayanan terbaik dalam budidaya, pengolahan, distribusi hingga pemasaran pala dan minyak kayu putih yang menjadi komoditas unggulan Fakfak,” ujarnya.

Bagi ASN, bimtek diharapkan memperkuat kinerja pelayanan, termasuk pengawasan penangkaran, uji mutu produk, hingga pengelolaan retribusi daerah. Sementara itu, manfaat langsung juga dirasakan pelaku usaha lokal.

Bertus Woy, penangkar benih pala asal Fakfak, mengaku kegiatan ini sangat bermanfaat untuk menghadirkan benih pala unggul, berkualitas, dan bersertifikat. Sedangkan Albayan Iha, pelaku usaha minyak kayu putih, menilai bimtek dapat mendorong produk lokal agar memiliki kualitas, kuantitas, dan daya saing lebih tinggi.

“Minyak kayu putih memang sudah diproduksi di Fakfak, tapi masih terbatas. Dengan pelatihan ini, kita bisa kembangkan ke arah produksi yang lebih luas dan berorientasi pasar,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, diharapkan keterampilan teknis peserta tidak hanya meningkat, tetapi juga menjadi pintu lahirnya wirausaha lokal OAP di sektor agribisnis perkebunan. Dengan pengelolaan dari hulu ke hilir, pala dan minyak kayu putih Fakfak diyakini mampu bersaing di pasar lokal maupun antar daerah, sekaligus mengangkat kesejahteraan masyarakat.

Penulis : Ramli Rumbati || Editor : Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai

12 Maret 2026 - 19:45

PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H

12 Maret 2026 - 19:16

Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman

12 Maret 2026 - 16:18

Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

12 Maret 2026 - 07:23

Bansos Sembako dan PKH Mulai Disalurkan di Fakfak, Ribuan Warga Jadi Penerima

10 Maret 2026 - 09:11

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error: