EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Kondisi kepengurusan Dewan Pimpinan Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kabupaten Fakfak kembali menjadi sorotan. Masa kepengurusan yang diperkirakan telah berakhir sejak beberapa tahun terakhir kini dinilai terjebak dalam stagnasi. Untuk diketahui, Ketua DPD KNPI Fakfak periode 2019–2022 resmi dijabat Ali Fuad, S.Sos setelah terpilih pada Musyawarah Daerah (Musda) ke-XIII dengan perolehan suara terbanyak di putaran kedua yang berlangsung di Gedung Diklat Pemda Fakfak, Sabtu (31/08/2019). Namun, hingga kini tahapan-tahapan penting menuju Musda selanjutnya belum juga terlaksana.
Muhammad Ali Rumadaul, Mantan Sekretaris Umum HMI Cabang Fakfak Periode 2023-2024, menegaskan bahwa situasi ini mencerminkan keterlambatan serius dalam menjalankan mekanisme organisasi. Menurutnya, Rapat Pimpinan Daerah (RAPIMDA) yang seharusnya digelar sebagai langkah strategis sebelum Musda justru terabaikan.
“Dalam AD/ART KNPI, Pasal 47 secara jelas mengatur bahwa RAPIMDA wajib dilaksanakan paling lambat enam bulan sebelum Musda. Namun faktanya, tahapan ini terus tertunda dan bahkan melewati batas waktu yang ditentukan,” ujarnya, Sabtu (06/09/2025).
Ali menilai kondisi stagnan ini berbahaya bagi keberlangsungan kaderisasi pemuda di Fakfak. Ia menyebut DPD KNPI Fakfak akhir-akhir ini seakan kehilangan jati diri sebagai wadah representasi pemuda dan masyarakat.
“KNPI Fakfak bukan lagi menjadi ‘ibu’ yang melahirkan gagasan dan aspirasi pemuda, melainkan justru tampak seperti anak dari pemerintah daerah. Mereka enggan mengkritisi dan sulit memposisikan diri sebagai penengah,” tegasnya.
Ali mendorong seluruh Organisasi Kemasyarakatan Pemuda (OKP) dan Organisasi Kepemudaan yang berhimpun di KNPI untuk segera mengambil langkah konkret. Menurutnya, pembenahan internal sangat mendesak agar tahapan RAPIMDA hingga Musda dapat segera terlaksana dengan penuh tanggung jawab dan kedewasaan organisasi.
“Masyarakat dan pemuda Fakfak menginginkan agar pengurus tidak lagi menunda-nunda masa depan kepemudaan di daerah ini. Musda harus segera diwujudkan sebagai momentum kebangkitan dan konsolidasi pemuda Fakfak,” pungkasnya.
Penulis : Arya Sanaky || Editor : Redaksi Embaranmedia







