EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan menegaskan pentingnya menciptakan pariwisata yang inklusif dan berkelanjutan saat membuka Workshop Fasilitasi Penyelenggaraan Pariwisata Kabupaten Fakfak 2025, Selasa (09/09/2025).
Dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Fakfak, Arobi Hindom, Bupati Samaun menyebut pariwisata tak hanya sekadar destinasi, tetapi juga ruang bersama yang mampu menghubungkan kepentingan pemerintah, akademisi, hingga komunitas.
“Workshop ini menjadi forum strategis untuk merancang pariwisata yang inklusif, memberdayakan ekonomi, sekaligus memastikan keberlanjutan industri pariwisata dengan potensi dan target pasar yang jelas,” ungkapnya.
Lebih jauh, ia menekankan bahwa pariwisata Fakfak harus diarahkan pada penciptaan produk promosi yang kreatif, penguatan SDM pariwisata, hingga menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
“Pemerintah melalui workshop ini berkomitmen meningkatkan kapasitas, mulai dari pelatihan pemandu wisata hingga mendekatkan layanan wisata yang lebih ramah dan berkualitas,” tambahnya.
Dengan mengusung tema “Mewujudkan Penyelenggaraan Kepariwisataan yang Tersinergi, Terkoneksi, Berdaya Saing, dan Produktif”, workshop ini diharapkan melahirkan langkah-langkah konkret pengembangan sektor wisata Fakfak.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata, Muhammad Ilham Nurdin, menegaskan arah pembangunan kepariwisataan Fakfak berlandaskan prinsip masyarakat adat, integrasi, serta keberlanjutan.

“Konsep pembangunan pariwisata Fakfak menitikberatkan pada optimalisasi daya tarik wisata untuk memberi pengalaman terbaik bagi pengunjung, sekaligus manfaat bagi masyarakat lokal dan lingkungan,” jelasnya.
Workshop ini terselenggara atas kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Fakfak, BLUD UPTD KKPD Kaimana, serta Konservasi Indonesia (KI), sebagai upaya memperkuat arah pembangunan pariwisata berbasis kearifan lokal dan kelestarian lingkungan.
Penulis : Arya Sanaky | Editor : Redaksi Embaranmedia







