EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak terus memperkuat program Pala Unggul Fakfak melalui pelatihan teknik grafting (sambung pucuk) yang digelar selama dua hari yakin 11-12 November 2025, bertempat di Ruang Rapat Tomandin Fakfak.
Kegiatan ini diikuti 20 perwakilan petani pala Fakfak bersama pendamping ASN Dinas Perkebunan, menghadirkan narasumber utama dari Balai Besar Ambon, Jondri, serta Siswoyo, pelaku penangkaran profesional dan penyuluh perkebunan dari Seram Bagian Barat.
Pelatihan ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan keterampilan petani dalam memperbanyak bibit pala berbuah cepat, berkualitas tinggi, dan tetap menjaga kemurnian varietas lokal Fakfak.
“Teknik grafting merupakan satu-satunya rekayasa pada tanaman pala yang mampu menjamin pohon cepat dan pasti berbuah, karena sifat unggul pohon induk betina bisa langsung diturunkan,” jelas Jondri dalam paparannya.
Menurutnya, hasil grafting menghasilkan tanaman yang lebih pendek, kompak, dan mudah dirawat. Selain cocok untuk perkebunan produktif, metode ini juga ideal untuk tanaman pelestarian di kawasan perkotaan karena mampu menjaga varietas unggul tanpa ketergantungan pada biji yang hasilnya tidak menentu.
Dorong Pala Fakfak Tetap Jadi Kebanggaan Daerah
Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari Gerakan Tanam Kebun Fakfak (Gertak Fakfak) dalam mendorong program Pala Unggul Fakfak.
“Kita ingin memastikan bahwa Pala Tomandin Fakfak tetap menjadi kebanggaan dan sumber kesejahteraan masyarakat Fakfak, didorong dengan teknologi budidaya modern dan berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, saat ini pengembangan Pala Tomandin dilakukan melalui dua pendekatan yakni, Generatif, dengan pembiakan melalui biji yang kini tengah dikaji melalui riset penanda molekuler untuk membedakan pohon jantan dan betina. Sedangkan Vegetatif, melalui metode grafting, guna memastikan tanaman pala dominan berbuah.
Pelatihan grafting ini menjadi bagian penting dari Program Strategis Pala Unggul Kabupaten Fakfak, yang tidak hanya berfokus pada peningkatan keterampilan teknis petani, tetapi juga memperkuat inovasi dan rekayasa teknologi budidaya.
Inovasi Pembibitan Menuju Pala Unggul dan Berkelanjutan
Melalui teknik grafting, petani diajarkan langsung cara menyambungkan batang bawah dan atas, pemilihan bahan tanam unggul, hingga perawatan pasca-grafting.
Metode ini memungkinkan petani menghasilkan bibit pala identik dengan pohon induknya, mempercepat masa berbuah dari 7–8 tahun menjadi hanya 3–4 tahun, serta meningkatkan efisiensi budidaya.
“Pelatihan grafting di Tomandin bukan sekadar kegiatan teknis, melainkan strategi besar menuju produksi Pala Unggul Fakfak yang berkelanjutan dan berdaya saing,” tambah Widhi.
Langkah ini sekaligus memperkuat ekosistem inovasi perkebunan pala Fakfak, di mana Tomandin kini menjadi lokasi model
Pengembangan generatif dan vegetatif terpadu.
Dengan kolaborasi antara pemerintah daerah, lembaga riset, dan petani, pelatihan grafting diharapkan mampu menjadikan Fakfak sebagai sentra pala terbaik di Indonesia, dengan bibit unggul, produktif, dan ramah lingkungan.
Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







