Menu

Mode Gelap
Ibadah Shalat Jumat di Masjid Nurul Taqwa Tanjung Sendiri Bahas Makna Isra Mi’raj Saboban Water Sport Hadir di Fakfak, Wisata Bahari Baru dengan Tarif Terjangkau Mulai 2026, Pemkab Fakfak Terapkan Portal Retribusi Kendaraan di Pasar Tumburuni Dari Pasar hingga RSUD, Wapres Gibran Kawal Pembangunan Papua Pegunungan TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia 149 Koperasi Merah Putih Dibentuk di Fakfak, Fokus Perkuat Ekonomi Kampung

Papua Barat

Ketum HMI Cabang Sorong Kecam Praktik Ilegal Logging: Diduga Libatkan Oknum Aparat

badge-check


					Ketum HMI Cabang Sorong Kecam Praktik Ilegal Logging: Diduga Libatkan Oknum Aparat Perbesar

EMBARANMEDIA.COM, SORONG – Praktik ilegal logging yang marak terjadi di wilayah Papua Barat Daya menuai kecaman keras.

Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Sorong, Mukhlis Rumadan, angkat bicara dan mendesak Kapolda Papua Barat Daya untuk segera mengusut tuntas dugaan kejahatan lingkungan tersebut, yang disebut-sebut melibatkan oknum aparat, termasuk anggota TNI.

Dalam keterangannya yang disampaikan melalui chat WhatsApp kepada wartawan Embaran Media, Sabtu (5/4/2025), Mukhlis menilai kasus ini tidak bisa dianggap sepele.

“Ilegal logging bukan hanya melanggar hukum, tapi juga mengancam kelestarian hutan dan masa depan ekologi Papua Barat Daya,” ujarnya.

Mukhlis mengacu pada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan sebagai dasar penting dalam menangani kasus ini.

Ia menyayangkan sikap aparat penegak hukum (APH) yang dinilai masih setengah hati dalam menyikapi persoalan tersebut.

“Mirisnya, ada indikasi kuat keterlibatan oknum aparat sendiri. Informasi yang kami peroleh menyebut bahwa salah satu anggota TNI berinisial AJ diduga menjadi aktor utama di balik beroperasinya perusahaan ilegal logging itu,” ungkap Mukhlis.

Ia menambahkan bahwa praktik pembalakan liar ini bukan hal baru, bahkan disebut sudah berlangsung cukup lama tanpa ada tindakan tegas dari pihak kepolisian.

Menurutnya, kondisi ini mencerminkan lemahnya pengawasan dan penegakan hukum di lapangan.

Sebagai organisasi mahasiswa yang konsisten mengawal isu-isu sosial dan lingkungan, HMI Sorong telah melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian.

Mukhlis berharap, kasus ini tak hanya menjadi sorotan sesaat, melainkan harus ditindaklanjuti secara serius dan menjadi prioritas penegakan hukum.

Sementara itu, Kapolda Papua Barat Daya, Brigadir Jenderal Polisi Gatot Haribowo, saat dikonfirmasi mengaku masih melakukan pendalaman terhadap informasi tersebut.

Ia juga menegaskan, apabila benar ada keterlibatan anggota TNI dalam praktik terlarang itu, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan pimpinan TNI secara kelembagaan.

“Kami akan menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan prosedur hukum. Jika terbukti, tentu akan ada langkah hukum dan koordinasi dengan TNI,” ujar Kapolda.

HMI Cabang Sorong menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga tuntas dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu menyelamatkan hutan Papua dari eksploitasi liar yang mengancam generasi masa depan. (EM/AS).

Baca Lainnya

Wewowo Fakfak Bahas Kamtibmas, Dandim Ingatkan Nilai Kebangsaan

29 November 2025 - 18:38

Fakfak Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas Lewat Forum Wewowo

29 November 2025 - 18:21

LMA Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Damai Lewat Wewowo

29 November 2025 - 18:07

MUI Fakfak Bekali Pasangan Muda Soal Perlindungan Keluarga

29 November 2025 - 17:38

Pemangkasan Kuota Haji Fakfak 2026 Disorot, Anggota DPR Papua Barat: Perlu Evaluasi Menyeluruh

28 November 2025 - 16:13

Trending di Papua Barat
WhatsApp
error:
https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY