EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Usulan Gabungan Komisi Dewan dalam Sidang APBD Tahun 2026 yang digelar pada Senin (29/12/2025), agar durian yang selama ini dikategorikan sebagai tanaman hortikultura dan pangan dikembangkan menjadi tanaman perkebunan di Kabupaten Fakfak, dinilai sebagai langkah strategis. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT.
Menurutnya, durian memiliki potensi ekonomi yang besar dengan nilai jual yang tinggi, serta telah menjadi bagian dari identitas dan budaya masyarakat Fakfak.
“Oleh karena itu, sudah sewajarnya durian Fakfak menjadi perhatian serius Pemerintah Daerah,”katanya.
Plt. Kepala Dinas Perkebunan menyatakan bahwa durian tidak hanya berfungsi sebagai komoditas konsumsi, tetapi juga mengandung nilai budaya dan kearifan lokal yang kuat dalam kehidupan masyarakat Fakfak.
“Untuk itu, ke depan diperlukan penetapan leading sector yang jelas dalam pengembangannya, sehingga pembinaan, pengelolaan, dan pengembangan durian dapat dilakukan secara terarah, berkelanjutan, dan memberikan manfaat ekonomi yang optimal bagi masyarakat maupun daerah,”ujar Widhi.
Namun demikian, pengembangan durian sebagai tanaman perkebunan juga menghadapi sejumlah tantangan. Di antaranya adalah perlunya regulasi yang jelas, pendataan dan pemetaan potensi durian lokal Fakfak yang memiliki karakter aroma dan rasa khas, ketersediaan bibit unggul lokal, serta penguatan kapasitas petani.
Lebih lanjut disampaikan, apabila Dinas Perkebunan diberikan kepercayaan untuk menindaklanjuti usulan tersebut, maka akan dilakukan perencanaan secara bertahap dan terintegrasi. Perencanaan tersebut meliputi pengembangan budidaya, peningkatan kualitas produksi, penguatan pascapanen dan pemasaran, serta sinergi lintas sektor. Dengan demikian, durian dapat berkembang sebagai komoditas perkebunan unggulan kedua setelah pala, atau menjadi tanaman andalan yang berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekaligus memperkuat identitas masyarakat Fakfak.
Menurutnya, sudah saatnya pelestarian dan pengembangan durian lokal Fakfak mendapat perhatian serius sebagai komoditas strategis dalam rangka diversifikasi komoditas daerah, peningkatan pendapatan petani, serta sebagai salah satu sumber PAD. Selain itu, jika dikelola dengan baik, durian Fakfak juga berpotensi menjadi bagian dari promosi daerah dan pengembangan wisata kuliner Kabupaten Fakfak.
Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







