EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Penerimaan retribusi komoditas pala di Kabupaten Fakfak, Papua Barat, pada Februari 2026 mencapai Rp 98.970.000. Pendapatan tersebut diperoleh dari hasil uji mutu dan pelayanan pengiriman antar pulau dengan total produksi mencapai 262,40 ton.
Berdasarkan data Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, produksi pala bulan ini berasal dari musim pala matahari atau pala sela. Rinciannya terdiri dari biji pala kulit kering sebanyak 208,40 ton, pala ketok 27 ton, dan fuli pala 27 ton.
Total pengiriman tercatat sebanyak 3.205 koli dengan tujuan Surabaya. Distribusi dilakukan menggunakan kapal KM Vertikal melalui ekspedisi Taswaraya, Agung Putra, dan Yasira Abadi. Pengiriman tersebut dijalankan oleh enam pedagang grosir antar pulau yang aktif menyalurkan pala Fakfak ke pasar luar daerah.

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, menegaskan bahwa meskipun volume produksi relatif statis, kualitas pala Fakfak tetap terjaga dengan baik.
“Secara volume memang belum ada peningkatan signifikan karena mengikuti pola musim pala sela. Namun mutu pala kita sangat baik, mulai dari kadar air, tingkat kekeringan, hingga kebersihan dan ukuran biji. Kualitas ini sangat mempengaruhi berat bersih dan harga jual. Jadi walaupun produksinya stabil, nilai ekonominya tetap optimal,” ujarnya melalui rilis yang diterima media ini Via Whatshaap, Selasa (03/03/2026).
Ia menambahkan, pengawasan uji mutu akan terus diperkuat dengan memperhatikan kalender musim panen pala matahari sebelum proses pengiriman dilakukan. Langkah ini bertujuan menjaga reputasi pala Fakfak di pasar luar daerah, mempertahankan stabilitas harga, serta memastikan pendapatan petani tetap terjaga meskipun volume produksi belum meningkat signifikan.
Komoditas pala selama ini menjadi salah satu penopang utama sektor perkebunan di Fakfak dan berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat, khususnya petani dan pedagang antar pulau.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia







