Bupati Samaun Dahlan Pimpin Gotong Royong Lintas Agama Sambut HUT 132 Misi Katolik di Fakfak
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Kabupaten Fakfak akan menjadi pusat peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-132 Misi Katolik di Tanah Papua yang akan berlangsung pada 19–24 Mei 2026, dengan puncak kegiatan dijadwalkan pada 22–23 Mei 2026. Menjelang agenda besar tersebut, Pemerintah Kabupaten Fakfak terus mematangkan berbagai persiapan guna menyukseskan seluruh rangkaian kegiatan.
Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, turun langsung memimpin kerja bakti massal yang melibatkan seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Aparatur Sipil Negara (ASN), TNI, Pramuka, lembaga masyarakat adat, hingga Dewan Adat.
Kegiatan difokuskan pada pembersihan lingkungan, penataan kawasan, serta pembenahan sejumlah titik strategis yang akan digunakan sebagai lokasi kegiatan rohani.
Salah satu lokasi utama perayaan adalah Pulau Bonyum, yang memiliki nilai sejarah penting dalam perjalanan misi Katolik di Tanah Papua. Pulau tersebut kini disiapkan sebagai pusat kegiatan rohani sekaligus lokasi utama peringatan bersejarah itu.
“Kami hadir di sini bersama seluruh pihak terkait untuk melaksanakan kerja bakti membantu panitia dalam mempersiapkan rangkaian kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Bupati Fakfak saat meninjau lokasi, Sabtu (16/5/2026).
Dalam kesempatan itu, Bupati juga meninjau pembangunan jembatan dan titian bambu sepanjang kurang lebih 630 meter yang dibangun secara swadaya oleh masyarakat bersama umat Katolik setempat. Ia mengapresiasi semangat gotong royong yang dinilai menjadi kekuatan utama dalam menyukseskan kegiatan tersebut.
Menurutnya, kawasan Pulau Bonyum memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi destinasi wisata religi dan wisata pantai di Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah pun berencana membangun akses jalan, fasilitas penunjang, hingga tempat doa dan situs rohani yang dapat dimanfaatkan umat maupun masyarakat umum.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, pemerintah daerah juga telah berkoordinasi dengan pihak PLN guna memastikan kebutuhan listrik di kawasan tersebut dapat terpenuhi dengan baik.
Direktur Le Cocq Foundation, Yanuarius Kerry Meak, menjelaskan bahwa Pulau Bonyum dipilih karena memiliki nilai sejarah penting sebagai salah satu titik awal perjalanan misi Katolik di Tanah Papua. Saat ini, panitia bersama masyarakat terus melakukan berbagai persiapan teknis, mulai dari pembersihan hingga penataan lokasi kegiatan.
Menariknya, semangat persiapan perayaan ini juga melibatkan masyarakat lintas agama. Sejumlah warga Muslim tampak ikut bergotong royong bersama umat Katolik, Protestan, TNI, dan masyarakat adat dalam kerja bakti tersebut.
Keterlibatan lintas agama itu menjadi cerminan nyata nilai adat “Satu Tungku Tiga Batu”, filosofi hidup masyarakat Fakfak yang melambangkan persaudaraan dan keharmonisan antara umat Islam, Katolik, dan Protestan.
Salah satu warga, Hajijah, menyebut keterlibatan masyarakat dalam kerja bakti tersebut sebagai bentuk nyata toleransi yang telah diwariskan secara turun-temurun di Fakfak.
“Hal ini harus terus kita jaga untuk menjadi warisan bagi generasi berikutnya,” ujarnya.
Secara historis, masyarakat Muslim di Kampung Sekru juga memiliki peran penting dalam awal masuknya misi Katolik di Tanah Papua ketika misionaris Jesuit Cornelis Le Cocq d’Armandville tiba pada 22 Mei 1894. Peristiwa itu menjadi tonggak awal hubungan harmonis lintas agama di wilayah Fakfak.
Hingga kini, semangat kebersamaan tersebut terus terjaga dan menjadi identitas sosial masyarakat Fakfak. Persiapan perayaan HUT ke-132 Misi Katolik di Pulau Bonyum kembali menegaskan Fakfak sebagai daerah yang menjunjung tinggi persaudaraan, toleransi, dan harmoni sosial di Tanah Papua.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

















