Papua Tengah Gencar Semprot Disinfektan Tangani Penyebaran Virus ASF

EMBARANMEDIA.COM, JAYAPURA – Pemerintah Provinsi Papua Tengah terus gencar melakukan penyemprotan disinfektan di kandang-kandang babi milik peternak sebagai salah satu upaya penanggulangan penyebaran virus African Swine Fever (ASF).

Penjabat (Pj) Gubernur Papua Tengah Anwar Harun Damanik dalam siaran pers di Jakarta, Minggu, mengatakan selain melakukan penyemprotan disinfektan, pihaknya juga terus melakukan pelarangan keluar masuk daging babi di wilayahnya.

“Kami sudah menyiapkan tempat pemakaman bagi babi-babi yang mati karena terinfeksi virus ASF,” katanya.

Baca Juga :  Dari Kampung Kiat, Gerakan Pelestarian Pinang Fakfak Dimulai dengan 1.600 Bibit Baru

Pemerintah terus berupaya memberantas dan mencegah penyebaran virus ASF, imbuhnya.

“Kami berjanji akan menangani virus ASF yang tengah merebak di Papua Tengah, mengingat banyak peternak babi yang mengalami kerugian besar,” katanya.

Oleh karena itu, pihaknya meminta satuan tugas terkait untuk fokus menanggulangi penyebaran virus ASF.

“Dampak virus ASF terlihat dari harga daging sapi yang saat ini naik dari Rp150 ribu per kg menjadi Rp180 ribu per kg, oleh karena itu semua pihak harus fokus menanganinya,” katanya.

Baca Juga :  PT STM Agro Energi Siapkan Investasi Sawit di Fakfak, Pemetaan Hak Ulayat dan AMDAL Mulai Dilaksanakan

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Tengah telah memerintahkan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) untuk mengambil langkah cepat dan tepat guna mengatasi kenaikan harga daging sapi, antara lain dengan memberikan subsidi.

“Kami akan melakukan pengaturan dan stabilisasi harga daging sapi di tingkat konsumen dan mengimbau masyarakat untuk tidak panik, karena Pemerintah Provinsi terus melakukan langkah strategis penanganan wabah virus ASF dan pengendalian harga di pasaran,” ujarnya.

Baca Juga :  HUT Bhayangkara ke-80, Polres Fakfak Gandeng Petuanan Fatagar Tampilkan Tifa Sawat

Sebelumnya, pada Jumat (27/12), Gubernur Damanik beserta tim TPID menyambangi pasar tradisional setempat untuk mengecek harga pangan menjelang tahun baru, sebagai bagian dari upaya pengendalian inflasi di wilayah tersebut.

Tutup
error: