Menu

Mode Gelap
Tak Perlu Lagi Bawa Bekal, Siswa IT As-Salam Fakfak Senang Ada Program MBG MBG Berdampak Positif bagi Kesehatan dan Pendidikan Anak di Fakfak PHBI Fakfak Sukses Gelar Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 Hijriah Peringatan Isra Mi’raj 1447 H di Fakfak, Bupati Samaun Dahlan Serukan Nilai Keimanan Ibadah Shalat Jumat di Masjid Nurul Taqwa Tanjung Sendiri Bahas Makna Isra Mi’raj Saboban Water Sport Hadir di Fakfak, Wisata Bahari Baru dengan Tarif Terjangkau

Pemerintahan

Dorong ISPO, Pemda Fakfak Siapkan Industri Sawit Berkelanjutan di Bomberay–Tomage

badge-check


					Screenshot Perbesar

Screenshot

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus mendorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi investasi kelapa sawit di Kawasan Bomberay–Tomage.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan keberlanjutan usaha perkebunan serta meningkatkan kontribusinya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi ISPO yang menggandeng PT Rimbun Sawit Papua (RSP) dan menghadirkan para pemangku kepentingan serta perguruan tinggi di Fakfak. Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Tomandin Dinas Perkebunan, Selasa (2/12/2025), dan dibuka oleh Bupati Fakfak yang diwakili Asisten II, Aroby Hindom, S.Sos., M.Si.

Dalam sambutannya, Aroby menjelaskan bahwa industri kelapa sawit dua tahun terakhir mulai memberikan kontribusi bagi perekonomian daerah melalui dana bagi hasil (DBH) sawit, meski jumlahnya masih terbatas.

“Keberadaan perkebunan sawit di kawasan ini telah menciptakan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan mendukung pembangunan daerah. Namun keberlanjutan menjadi kunci agar manfaat ini tetap dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Aroby.

Ia menegaskan bahwa penerapan ISPO bukan hanya pemenuhan regulasi, tetapi merupakan investasi jangka panjang untuk memperkuat industri sawit Fakfak agar lebih tertib dan berkelanjutan.

Menurutnya, ada lima alasan utama mengapa pemerintah daerah harus serius mendorong percepatan ISPO:

  1. Menjamin tata kelola perkebunan yang baik, termasuk legalitas usaha dan pencegahan konflik.
  2. Menguatkan ekonomi daerah, karena kebun bersertifikasi ISPO lebih produktif dan memiliki akses pasar lebih luas.
  3. Melindungi lingkungan, termasuk mencegah pembukaan hutan ilegal dan mengurangi emisi gas rumah kaca.
  4. Menekan konflik sosial lewat kewajiban konsultasi publik dan perlindungan tenaga kerja.
  5. Meningkatkan citra daerah di mata investor, pemerintah pusat, dan pasar global.

Aroby menambahkan, manfaat ISPO berlaku bagi semua pihak, pemerintah, perusahaan, petani plasma, masyarakat, hingga lingkungan.

“ISPO adalah peluang besar untuk membangun industri sawit Fakfak yang inklusif, maju, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., dalam pemaparannya menyebutkan bahwa Bomberay dan Tomage merupakan kawasan strategis untuk pengembangan sawit dan tebu karena karakteristiknya berada pada ekosistem savana atau lahan kering.

Saat ini PT Rimbun Sawit Papua mengelola HGU seluas 19.880,90 hektare, terdiri dari, Lahan inti: 16.245,79 hadan Lahan plasma masyarakat: 3.635,11 ha.

Perusahaan tersebut telah membangun pabrik pengolahan sawit berkapasitas 60 ton/jam, dengan produksi hingga November 2025 mencapai, TBS diolah: 6.383.980 ton, CPO: 3.804.148 ton dan Kernel: 83.902 ton.

Widhi menjelaskan, CPO dan Kernel merupakan komoditas penting untuk industri pangan, non-pangan, hingga energi terbarukan seperti biodiesel.

“Dengan ISPO, produk sawit Fakfak akan memiliki daya saing lebih tinggi dan diterima lebih luas, termasuk peluang ekspor,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa percepatan ISPO merupakan langkah strategis untuk memastikan pengelolaan sawit dilakukan secara legal, transparan, dan bertanggung jawab. Dengan demikian, sektor sawit dapat memperkuat struktur ekonomi daerah sekaligus meningkatkan PAD melalui pengembangan sektor hilir.

“ISPO bukan hanya agenda teknis, tetapi strategi besar untuk memastikan keberlanjutan perkebunan sawit serta mengurangi ketergantungan fiskal daerah,” ungkap Widhi.

Melalui kegiatan sosialisasi tersebut, pemerintah daerah mengajak akademisi, perusahaan, dan masyarakat untuk bersinergi memperkuat penerapan standar keberlanjutan di Fakfak.

“Dengan ISPO, kita memastikan industri sawit Fakfak tidak hanya berkembang hari ini, tetapi tetap memberi manfaat bagi generasi mendatang,” tutup Aroby.

Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

149 Koperasi Merah Putih Dibentuk di Fakfak, Fokus Perkuat Ekonomi Kampung

14 Januari 2026 - 11:46

Basarnas Fakfak Latih Relawan Rumah Zakat Teknik Evakuasi Darurat dan Non Darurat

9 Januari 2026 - 13:43

Rehabilitasi Lahan Bandara Siboru, Kodim 1803/Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan

9 Januari 2026 - 13:31

Antisipasi Bencana Kontinjensi, Yon Komposit PRCPB Gelar Apel Gabungan di Fakfak

6 Januari 2026 - 13:13

BMKG Tegaskan Komitmen Keselamatan Transportasi di Penutupan Posko Nataru 2025–2026

6 Januari 2026 - 09:30

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error:
https://transparansiindonesia.co.id/data/ https://sulutaktual.com/wp-includes/ https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY