Papua Barat Daya Jadi Lokus Program KITA SEHAT, Wagub Ahmad Nausrau Dorong Investasi Kesehatan dan SDM Global
EMBARANMEDIA.COM, KOTA SORONG – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya kembali menunjukkan keseriusannya dalam membangun kualitas sumber daya manusia melalui penguatan sektor kesehatan. Komitmen tersebut ditandai dengan pelaksanaan Rapat Koordinasi Awal Persiapan Implementasi Program KITA SEHAT Provinsi Papua Barat Daya yang dibuka secara resmi oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, S.Pd.I., M.M, di Ruang Rapat Utama Lantai III Kantor Gubernur Papua Barat Daya, Kota Sorong, Kamis (04/06/2026) pagi.
Dalam forum yang mempertemukan pemerintah pusat, pemerintah daerah, Pemerintah Australia, serta berbagai lembaga pembangunan internasional tersebut, Wakil Gubernur menyampaikan sambutan Gubernur Papua Barat Daya dalam Bahasa Inggris sebagai bentuk penghormatan sekaligus komitmen Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya dalam membangun kemitraan global yang produktif bagi kemajuan daerah.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Counsellor Governance and Human Development Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, Joanna O’Shea, Sekretaris Deputi Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Kementerian PPN/Bappenas sekaligus Pelaksana Harian Direktur Kesehatan Gizi Masyarakat, Inti Wikanestri, yang mengikuti kegiatan secara daring, Senior Program Manager KITA SEHAT Sarah Ayu, Team Leader Program Management KITA SEHAT Phil Hulcome, Team Leader Program SKALA Petrarca Karetji, serta perwakilan kementerian, lembaga, dan mitra pembangunan lainnya.
Dari lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya hadir para Staf Ahli Gubernur, para Asisten Sekretariat Daerah, para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para Kepala Biro, serta para pemangku kepentingan yang selama ini terlibat dalam pembangunan sektor kesehatan dan pelayanan publik.
Dalam sambutannya, Wakil Gubernur menegaskan bahwa pembangunan kesehatan merupakan salah satu prioritas utama Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya. Menurutnya, kualitas kesehatan masyarakat akan sangat menentukan keberhasilan pembangunan daerah dalam jangka panjang.
Beliau menjelaskan bahwa Provinsi Papua Barat Daya sebagai daerah otonom baru masih menghadapi berbagai tantangan pembangunan, termasuk dalam sektor kesehatan. Oleh karena itu, kolaborasi dengan pemerintah pusat dan mitra pembangunan internasional menjadi langkah strategis untuk mempercepat peningkatan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat.
“Kesehatan merupakan fondasi utama pembangunan manusia. Tanpa masyarakat yang sehat, sulit bagi sebuah daerah untuk menghasilkan sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di masa depan,” ujar Ahmad Nausrau.
Program KITA SEHAT sendiri merupakan kerja sama strategis antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang ditandatangani pada 4 Agustus 2025 sebagai bagian dari komitmen kedua negara dalam memperkuat sistem kesehatan Indonesia. Program ini dirancang untuk berjalan selama delapan tahun dengan fokus pada penguatan layanan kesehatan primer, peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, pengembangan sumber daya manusia kesehatan, serta penguatan sistem keamanan kesehatan nasional.
Wakil Gubernur menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terpilihnya Papua Barat Daya sebagai salah satu dari tiga provinsi prioritas pelaksanaan Program KITA SEHAT di Indonesia.
Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi peluang besar bagi Papua Barat Daya untuk mempercepat pembangunan sektor kesehatan sekaligus memperkuat kapasitas pemerintah daerah dalam menghadirkan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat.
“Papua Barat Daya adalah provinsi baru yang sedang bertumbuh. Karena itu, dukungan dari pemerintah pusat dan para mitra pembangunan menjadi sangat penting untuk mempercepat pemerataan pelayanan dasar, termasuk pelayanan kesehatan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya pembangunan kesehatan yang terintegrasi dengan pembangunan sektor lainnya, termasuk pendidikan, ketahanan pangan, sanitasi, lingkungan hidup, serta pembangunan ekonomi masyarakat.
Menurutnya, peningkatan derajat kesehatan masyarakat tidak dapat dilakukan hanya melalui pendekatan medis semata, melainkan membutuhkan sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Kesehatan bukan hanya urusan rumah sakit atau puskesmas. Kesehatan juga berkaitan dengan kualitas lingkungan, pendidikan, gizi, ekonomi keluarga, dan berbagai faktor lainnya yang harus dibangun secara bersama-sama,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Australia yang selama ini telah memberikan berbagai dukungan pembangunan melalui Program SKALA dan sejumlah program lainnya di Papua Barat Daya.
Beliau menilai hubungan kerja sama yang terjalin selama ini telah memberikan kontribusi positif terhadap penguatan tata kelola pemerintahan, perencanaan pembangunan, peningkatan pelayanan dasar, serta pengembangan kapasitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.
“Hubungan kerja sama antara Indonesia dan Australia telah memberikan banyak manfaat bagi pembangunan daerah. Kami berharap kerja sama ini terus berkembang dan memberikan dampak yang lebih luas bagi masyarakat Papua Barat Daya,” ujarnya.
Dalam arahannya kepada seluruh perangkat daerah, Wakil Gubernur meminta agar seluruh OPD tidak hanya menjadi peserta dalam program ini, tetapi benar-benar mengambil peran aktif dalam setiap tahapan implementasi.
Beliau secara khusus meminta Badan Perencanaan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida), Dinas Kesehatan, serta seluruh OPD terkait untuk membangun koordinasi yang kuat dengan tim Program KITA SEHAT, Bappenas, serta para mitra pembangunan lainnya.
“Program ini harus menjadi milik bersama. Kita ingin memastikan bahwa seluruh manfaat program benar-benar sampai kepada masyarakat hingga ke kampung-kampung dan wilayah terpencil di Papua Barat Daya,” tegasnya.
Menurut Wakil Gubernur, salah satu tujuan besar yang ingin dicapai melalui Program KITA SEHAT adalah menciptakan sistem kesehatan yang lebih kuat, responsif, dan mampu menjawab berbagai tantangan kesehatan masyarakat di masa depan.
Selain itu, program ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, memperkuat pelayanan kesehatan primer, menurunkan angka stunting, meningkatkan status gizi masyarakat, serta memperluas akses layanan kesehatan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, peserta rapat juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke fasilitas kesehatan dan lokasi peternakan di Kota Sorong guna melihat secara langsung kondisi eksisting yang akan menjadi bagian dari implementasi Program KITA SEHAT melalui pendekatan One Health atau kesehatan terpadu manusia, hewan, dan lingkungan.
Menutup sambutannya, Wakil Gubernur Papua Barat Daya mengajak seluruh pihak untuk menjadikan Program KITA SEHAT sebagai momentum memperkuat kolaborasi, mempercepat pembangunan kesehatan, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat Papua Barat Daya.
“Harapan kita bersama adalah menghadirkan Papua Barat Daya yang lebih sehat, lebih kuat, dan lebih maju. Karena pembangunan yang berkelanjutan selalu dimulai dari masyarakat yang sehat dan sumber daya manusia yang berkualitas,” tutup Wakil Gubernur.
Rapat koordinasi tersebut menandai dimulainya proses implementasi Program KITA SEHAT di Papua Barat Daya dan menjadi langkah awal menuju penguatan sistem kesehatan daerah yang lebih inklusif, berkelanjutan, serta mampu menjawab kebutuhan masyarakat di provinsi termuda di Tanah Papua tersebut.
Pewarta: SP || Editor: Redaksi Embaranmedia



















