PT STM Agro Energi Matangkan Investasi Sawit di Bomberay–Tomage, Fakfak Tegaskan Komitmen Daerah Ramah Investasi

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Pemerintah Kabupaten Fakfak terus menunjukkan komitmennya dalam menciptakan iklim investasi yang sehat, berkelanjutan, dan berpihak pada masyarakat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendukung kegiatan observasi lapangan rencana investasi perkebunan kelapa sawit di kawasan Bomberay dan Tomage bersama PT STM Agro Energi.

Observasi tersebut melibatkan lima direktur teknis dan operasional sebagai bagian dari penjajakan kerja sama investasi sekaligus pemantapan asesmen kondisi lapangan sebelum memasuki tahapan investasi yang lebih lanjut.

Bupati Fakfak, Samaun Dahlan, menegaskan bahwa pemerintah daerah mendukung penuh proses observasi dan pemutakhiran data lapangan sebagai upaya memastikan investasi berjalan secara terukur, memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, serta tetap menghormati hak-hak masyarakat adat dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

“Kami mendukung penuh proses observasi dan asesmen lapangan ini sebagai bagian dari percepatan investasi yang masuk ke Kabupaten Fakfak. Pemerintah daerah terus berkomitmen mendorong investasi sesuai branding Fakfak sebagai daerah yang ramah investasi, namun tetap mengedepankan hak masyarakat adat, keberlanjutan lingkungan, dan kepastian manfaat bagi masyarakat,” ujar Samaun.

Dalam kegiatan tersebut, tim melakukan peninjauan di sejumlah lokasi strategis yang menjadi fokus pengembangan kawasan investasi terpadu. Lokasi yang dikunjungi meliputi kawasan Pabrik RSP, embung air, lahan potensial perkebunan sawit, kebun plasma RSP, wilayah tapal batas, hingga kawasan Sungai Otoweri dan Tesha di wilayah Bomberay–Tomage.

Baca Juga :  Dandim 1803/Fakfak Tekankan Gotong Royong, TNI dan Warga Bersihkan Kota

Tim juga meninjau secara langsung fasilitas pengolahan di Pabrik RSP guna melihat kesiapan sarana produksi dan konstruksi pendukung yang akan menjadi bagian penting dalam pengembangan investasi ke depan.

Selain itu, observasi terhadap embung air dilakukan untuk memperkuat analisis sistem tata air dan distribusi air yang dibutuhkan dalam mendukung pengembangan kawasan permukiman, perkebunan, maupun industri pengolahan kelapa sawit.

Peninjauan lapangan turut difokuskan pada kondisi lahan perkebunan serta rencana pembangunan pelabuhan Crude Palm Oil (CPO) yang nantinya akan mendukung konektivitas distribusi hasil produksi. Analisis teknis terus dilakukan, terutama terkait kesiapan lahan, sistem tata air, dan akses pelabuhan guna memastikan investasi berjalan efektif dan berkelanjutan.

Salah satu Direktur ST International Corp., Kim Hyo Yeol, mengatakan bahwa observasi lapangan merupakan tahapan krusial sebelum investasi memasuki fase pengembangan yang lebih luas.

Baca Juga :  Kodim 1803/Fakfak Meriahkan Pawai Ta'aruf 1 Muharam 1448 H, Dandim Ajak Perkuat Ukhuwah Islamiyah

Menurutnya, perusahaan ingin memastikan seluruh proses investasi berjalan sesuai regulasi, memperhatikan kepentingan masyarakat adat, serta menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami ingin memastikan bahwa rencana investasi ini dibangun di atas data lapangan yang akurat, kesiapan infrastruktur, dan harmonisasi dengan hak-hak masyarakat adat. Prinsip keberlanjutan dan pengelolaan lingkungan menjadi perhatian utama agar investasi ini tidak hanya memberikan dampak ekonomi, tetapi juga manfaat jangka panjang bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., menegaskan bahwa observasi dan asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan kawasan sebelum investasi direalisasikan.

Berdasarkan data rencana pengembangan, luas Areal Penggunaan Lain (APL) yang diajukan mencapai sekitar 15.080,53 hektare. Dari total luas tersebut, direncanakan pengembangan areal tanam inti seluas 11.018,40 hektare dan areal plasma sekitar 2.756,95 hektare.

Selain itu, terdapat alokasi lahan untuk jalan koneksi seluas 296,60 hektare, jalan produksi 114,24 hektare, serta area sungai dan zona penyangga (buffer zone) kawasan lainnya.

“Observasi ini penting untuk memastikan kesiapan kawasan, kondisi tata air, akses infrastruktur, serta kepastian lahan yang menjadi hak masyarakat adat. Pemerintah ingin agar seluruh proses investasi berjalan sesuai aturan, menghormati hak-hak masyarakat, dan tetap memperhatikan aspek keberlanjutan lingkungan,” jelas Widhi.

Baca Juga :  Papua Barat Daya Jadi Lokus Program KITA SEHAT, Wagub Ahmad Nausrau Dorong Investasi Kesehatan dan SDM Global

Ia menambahkan, sinkronisasi pemetaan bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN), tim terpadu pemerintah daerah, Dewan Adat, Lembaga Masyarakat Adat (LMA), serta para pemilik hak petuanan menjadi langkah penting untuk mencegah potensi konflik lahan di masa mendatang.

Menurutnya, pembahasan mengenai status dan kepastian lahan akan dilakukan secara khusus bersama seluruh pihak terkait guna memastikan investasi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku dan tetap mengedepankan perlindungan hak masyarakat adat.

Agenda observasi berikutnya dijadwalkan berlangsung di Pelabuhan CPO Tesha dan Kampung Goras untuk melengkapi data lapangan serta menyinkronkan kebutuhan pengembangan kawasan.

Melalui rangkaian observasi ini, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap rencana investasi perkebunan sawit dapat berjalan secara terukur, memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan kerja, serta mendorong pembangunan kawasan Bomberay dan Tomage secara berkelanjutan.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: