Pengacara Lusiana Bantah Tegas Kliennya Bukan Dalang Percobaan Pembunuhan Suami, Tunjukkan Buktinya!

- Jurnalis

Sabtu, 13 Mei 2023 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ichwan Salatalohy Pengacara Lusiana

Ichwan Salatalohy Pengacara Lusiana

Embaranmedia.com, JAKARTA – Lusiana melalui kuasa hukumnya, Ichwan Salatalohy membantah terlibat dalam kasus dugaan penganiayaan dan percobaan pembunuhan berencana mantan suaminya, Gerry Tanuwidjaya.

Ichwan Salatalohy yakin bahwa penyidik Polsek Penjaringan yang tengah menangani kasus ini tidak memiliki cukup bukti untuk menangkap, menetapkan sebagai tersangka, dan menahan Lusiana.

Perlu Diketahui, Lusiana bersama eks anggota TNI Devan Andriawan dan dua pembunuh bayaran bernama Berry serta Aminadab Olang alias Amin diduga melakukan penganiayaan dan percobaan pembunuhan berencana terhadap Gerry pada Maret 2015.

“Tidak ada sama sekali. Minta kepada Polsek Penjaringan untuk membuktikan itu. Mana buktinya? Tunjukkan buktinya. Kalau hanya berdasarkan keterangan, semua orang bisa berbicara,”Kata Ichwan Salatalohy Pengacara Lusiana di media Kompas.com, Kamis (12/05/2023).

Keyakinan kuasa hukum Lusiana ini menyebut penyidik tidak memiliki bukti yang cukup, karena mengacu amar putusan majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara terhadap Amin pada Kamis, 20 Desember 2018 dengan nomor putusan 1123/Pid.Sus/2018/PN.Jkt.Utr.

Informasinya, Amin yang kini sudah menghirup udara bebas usai dipidana 1 tahun 6 bulan penjara itu dalam putusan majelis hakim PN Jakarta Utara disangkakan dengan Pasal 170 ayat (2) ke-1 KUHP tentang kekerasan.

“Amin ini kan dia yang mengaku kepada Pak Gerry, kalau dia yang melakukan penganiayaan atas dasar suruhan dari ibu Lusiana. Tetapi, itu tidak ada bukti sama sekali yang menyatakan bahwa Amin itu dibayar Rp 500 juta, itu tidak ada bukti,”Ujar Ichwan Salatalohy.

“tanya saja ke Polsek Penjaringan, ada atau tidak mengenai bukti soal transaksi antara Amin dan Lusiana? Ada enggak bukti percakapan mereka antara Amin dan Ibu Lusiana yang berkaitan dengan adanya percobaan penganiayaan atau pembunuhan? Kalau kita berbicara mengenai konteks Pasal 170, unsurnya itu tidak masuk,”Imbuhnya.

Diberitakan oleh Kompas.com sebelumnya yang berhasil dikutip media ini, Polsek Penjaringan beberapa waktu lalu mengumumkan penangkapan terhadap Lusiana yang diduga sebagai otak percobaan pembunuhan berencana Gerry pada Maret 2015, yang saat itu merupakan suaminya sendiri.

Diketahui juga, Lusiana ditangkap di Badung, Bali pada Selasa (28/03/2023), setelah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) selama beberapa tahun terakhir. (EM/HKM)

Berita Terkait

Polisi Berhasil Tangkap Produksi Miras Lokal di Fakfak Papua Barat
Polisi Serahkan 4 Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pembuhunan Kepala Distrik Kramomongga Fakfak ke JPU
Selang Waktu 2 Jam, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman di Fakfak
Di Fakfak, Polisi Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur, Ayah Tiri 3 Kali Setubuhi Anaknya
Kasus Korupsi Proyek di Dinas Perikanan dan Kelautan Fakfak, 2 Tersangka Ditahan Kejaksaan Negeri
Polisi Mendalami Kasus Kebakaran SMA N 1 Kokas Fakfak
Melalui Langkah Persuasif Polres Fakfak, Satu DPO Kasus Kramomongga Menyerahkan Diri
Kasus Distrik Kramomongga Fakfak Terus Didalami Polisi, Kapolda Papua Barat Ungkap Motifnya
Berita ini 117 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Juni 2024 - 15:54 WIB

Polisi Berhasil Tangkap Produksi Miras Lokal di Fakfak Papua Barat

Sabtu, 30 Desember 2023 - 12:07 WIB

Polisi Serahkan 4 Tersangka dan Barang Bukti Kasus Pembuhunan Kepala Distrik Kramomongga Fakfak ke JPU

Jumat, 29 Desember 2023 - 16:14 WIB

Selang Waktu 2 Jam, Polisi Berhasil Tangkap Pelaku Penikaman di Fakfak

Senin, 4 Desember 2023 - 21:44 WIB

Di Fakfak, Polisi Ungkap Kasus Persetubuhan Anak Dibawah Umur, Ayah Tiri 3 Kali Setubuhi Anaknya

Rabu, 29 November 2023 - 18:26 WIB

Kasus Korupsi Proyek di Dinas Perikanan dan Kelautan Fakfak, 2 Tersangka Ditahan Kejaksaan Negeri

Berita Terbaru

error: