Bandara Siboru Fakfak Segera Diperpanjang, Pemkab Mulai Siapkan Lahan

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Bupati Fakfak, Samaun Dahlan menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak mulai melakukan persiapan lahan terkait rencana perpanjangan Bandara Siboru sebagai bagian dari percepatan pembangunan sektor investasi dan transportasi udara.

Hal itu disampaikan Bupati Fakfak Samaun Dahlan saat diwawancarai awak media termasuk Embaranmedia.com di Gedung Winder Tuaere Fakfak, Rabu (21/01/2026).

“Pada tahun ini sudah mulai dilakukan tahapan awal, termasuk penanganan berbagai obstacle (hambatan) di sekitar kawasan bandara. Rencananya, area obstacle tersebut akan diratakan hingga sekitar 300 meter ke depan,”ungkap Bupati Fakfak Samaun Dahlan.

Baca Juga :  Musrenbang RKPD dan Otsus Fakfak 2026 Resmi Ditutup, Kepala BP4D Tegaskan Program Prioritas 2027 Fokus SDM OAP

Lebih lanjut, Bupati Samaun mengungkapkan bahwa sejatinya pada hari ini dijadwalkan adanya kunjungan Komisi V DPR RI ke Fakfak. Namun, akibat kondisi cuaca yang kurang mendukung, kunjungan tersebut terpaksa ditunda dan akan dilanjutkan sesuai dengan waktu yang telah dijadwalkan kembali.

Baca Juga :  Satpol PP Fakfak Gelar Outbound di Gedung KONI, Anggelina Sirfefa Tekankan Solidaritas dan Profesionalisme

“Terkait anggaran untuk mendukung rencana tersebut sudah tersedia melalui Dinas Perhubungan, meskipun jumlahnya belum terlalu besar. Selain itu, pembangunan akses jalan belakang juga akan segera dimulai sepanjang kurang lebih 4 kilometer, dengan progres awal pembukaan jalan sekitar 600 meter,”jelasnya.

Ia pun menambahkan, seluruh langkah tersebut dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan di Kabupaten Fakfak, khususnya dalam mendukung konektivitas dan investasi daerah.

Baca Juga :  Dari Adat untuk Ekonomi: Ritual Meri Totora Jaga Pala Fakfak Tetap Unggul

Kemudian, Bupati Samaun juga menegaskan bahwa untuk mendukung rencana tersebut, diperlukan kesiapan dari instansi teknis agar segera menyiapkan dokumen AMDAL, mengingat sebagian kawasan berada di wilayah hutan.

“Oleh karena itu, dibutuhkan kecepatan kerja serta OPD dengan kemampuan teknis yang tinggi agar seluruh program dapat berjalan sesuai target,”pungkasnya.

Pewarta: Zulkifli Rohrohmana || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: