Dari Adat untuk Ekonomi: Ritual Meri Totora Jaga Pala Fakfak Tetap Unggul
EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Lembaga kultur bersama tokoh adat di Kabupaten Fakfak mulai mempersiapkan pelaksanaan ritual adat Meri Totora sebagai upaya menjaga dan melestarikan komoditas unggulan daerah, yakni pala Fakfak.
Persiapan tersebut dilakukan melalui pertemuan bersama yang melibatkan lembaga adat, tokoh masyarakat, serta instansi teknis pemerintah daerah. Kegiatan ini dipimpin oleh Ketua Dewan Adat Mbaham Matta, Apner Hegemur, bersama Ketua Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Fakfak, Valentinus Kabes. Turut hadir para pengurus lembaga kultur, orang tua adat, serta perwakilan dari Dinas Perkebunan dan Dinas Pertanian Kabupaten Fakfak.
Dalam pertemuan itu, para tokoh adat menegaskan bahwa ritual Meri Totora bukan sekadar tradisi budaya, melainkan memiliki makna mendalam dalam menjaga keseimbangan antara manusia, alam, dan komoditas pala yang telah menjadi identitas masyarakat Fakfak secara turun-temurun.
Apner Hegemur menyampaikan bahwa pala Fakfak merupakan warisan leluhur yang harus dijaga bersama, baik dari sisi nilai adat, budaya, maupun nilai ekonominya. Senada dengan itu, Valentinus Kabes menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen masyarakat dalam menjaga keberlanjutan komoditas tersebut.
Menurutnya, masyarakat adat sejak dahulu telah memiliki aturan dan kearifan lokal dalam merawat pohon pala agar tetap produktif serta menghasilkan buah berkualitas tinggi.
Meski dikenal memiliki kualitas yang sangat baik, pala Fakfak hingga kini dinilai belum sepenuhnya memberikan kesejahteraan optimal bagi masyarakat. Dalam perdagangan nasional, komoditas seperti cengkeh, lada, dan kakao masih lebih dikenal luas dibandingkan pala Fakfak.
Kondisi ini menjadi refleksi bersama bagi pemerintah daerah, lembaga adat, dan pelaku usaha untuk memperkuat kerja sama dalam mendorong pengembangan pala Fakfak agar mampu bersaing di pasar nasional hingga internasional.
Para tokoh adat juga mengingatkan bahwa pada masa lalu, masyarakat Fakfak telah mampu membawa pala ke berbagai wilayah perdagangan seperti Singapura dan Belanda, meski dengan keterbatasan sarana. Keberhasilan tersebut didukung oleh semangat, ketekunan, serta kepatuhan terhadap nilai-nilai adat dalam merawat pohon pala.
Melalui pelaksanaan ritual Meri Totora, lembaga adat berharap masyarakat dapat kembali menghidupkan nilai-nilai kearifan lokal dalam pengelolaan pala, mulai dari penanaman, perawatan, hingga panen.
Sementara itu, perwakilan Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pelestarian pala sebagai komoditas unggulan.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, dalam paparannya menekankan tiga isu utama yang perlu menjadi perhatian bersama, yakni peningkatan mutu dan kualitas pala, harga yang layak bagi petani, serta tata niaga yang lebih tertata dan berkeadilan.
Ia menegaskan bahwa pala tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan, tetapi juga bagian dari identitas daerah yang memiliki nilai ekonomi, budaya, dan historis bagi masyarakat Fakfak.
“Pala adalah bagian dari identitas daerah kita. Ia bukan hanya tanaman, tetapi juga warisan leluhur yang harus dijaga bersama,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal, termasuk praktik adat seperti sasi kera-kera, yang selama ini berperan dalam menjaga mutu dan kualitas pala.
Menurutnya, pemerintah daerah hadir sebagai regulator sekaligus mitra masyarakat adat dalam menjaga keberlanjutan komoditas tersebut. Sinergi antara pemerintah dan lembaga adat dinilai menjadi kunci dalam mempertahankan marwah pala Fakfak.
“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Kolaborasi dengan masyarakat adat sangat penting, terutama dalam menjaga mutu dan kualitas pala. Jika kualitas terjaga, maka harga dan tata niaga juga akan semakin baik,” jelasnya.
Melalui momentum persiapan ritual Meri Totora, diharapkan kesadaran masyarakat untuk menjaga pohon pala dan menghormati nilai-nilai adat semakin meningkat.
Sinergi antara adat, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mengembalikan kejayaan pala Fakfak sebagai komoditas unggulan yang tidak hanya dikenal di tingkat nasional, tetapi juga mampu bersaing di pasar internasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.
Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

















