Menu

Mode Gelap
Musrenbang Tingkat Distrik Resmi Ditutup, Bupati Fakfak Dorong Pemerataan Listrik dan Air Bersih BRI Fakfak Berbagi di Bulan Ramadhan, 36 Paket Sembako Disalurkan ke Santri Hidayatullah KRI Balongan-908 Bersandar di Fakfak, Bupati Samaun Dahlan: Kehadiran TNI AL Perkuat Keamanan Laut Berbagi Ramadan 1447 H, Crew Embaran Media Salurkan 11 Paket Sembako untuk Warga Membutuhkan di Fakfak Remas Nurul Taqwa Tanjung Sendiri Fakfak Gelar Festival Anak Sholeh, Perkuat Pendidikan Islam Anak Danrem 182/JO: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, TNI Siap Jaga Stabilitas

Opini

Akal Manusia

badge-check


					Akal Manusia Perbesar

Oleh : Ismail Weripang, S.IP

Negarawan Muda

Embaranmedia.com – Manusia.  Apa yang terlintas di kepala Anda jika kata “manusia” di sebutkan?  Sebagian orang pasti berkata Makhluk yang diberikan akal oleh Allah SWT.  Allah menciptakan Manusia dimuka bumi karena memiliki kedudukan yang mulia di antara makhluk yang lain.  Apa kemuliaan tersebut?  Ya,  sebagai Khalifah (Pemimpin) dimuka bumi.  

Sebagai makhluk yang memiliki kedudukan yang mulia di Sisi Allah,  maka manusia seharusnya tidak boleh lupa pada amanah yang diberikan Allah kepadanya sebagai Khalifah. Dan sebagai Khalifah,  sudah semestinya manusia mengaplikasikan setiap pikiran, hati dan tindakannya semata-mata dalam bentuk Ibadah kepada-Nya.  

Lalu apa yang membedakan manusia dan makhluk yang lain di muka bumi? Jawabannya adalah “Akal”. Allah berikan keistimewaan pada makhluk yang bernama manusia dengan Akal/Pikiran agar dapat membedakan antara baik dan buruk,  Yang Haq dan yang Batil. 
Akal ada pada diri manusia agar mampu membedakan,  siang dan malam,  hitam dan putih, kemudian sebagai alat untuk mengontrol Hawa Nafsu/Syahwat yang ada pada diri manusia, Lalu sebagai proses pengambilan keputusan sebelum bertindak. 

Namun,  terkadang Nafsu yang ada pada diri manusia mampu mengalahkan akal/pikiran dan hati manusia. lalu kemudian Manusia  berbuat seenaknya, yang jauh bahkan lebih hina dari pada hewan.  Inilah pentingnya koneksi antara Akal/pikiran, Hati,  dan tindakan.  Manusia berbuat serakah,  karena Nafsu yang terus menguasai dirinya.  

Oleh karena itu,  kita perlu refleksi,  terus berperang melawan syahwat yang selalu datang menghantui pikiran dan Hati kita sebagai manusia.  Musuh kita sebenarnya adalah diri kita sendiri, dengan bisikan Setan Laknatullah maka Hawa Nafsu terus menghampiri hati dan pikiran kita agar dapat terus  berbuat  tindakan yang tidak kita inginkan.  Ingatlah bahwa,  Manusia hadir dimuka bumi dengan Amanah yang begitu besar,  hadir sebagai Khalifah,  hadir sebagai Hamba yang taat bukan Hamba yang bejat,  hadir sebagai Hamba yang mampu berpikir lalu menggunakan Hati sebagai koneksi untuk bertindak.

Manusia hadir dibumi dengan Ruh,  pikiran,  hati dan jasad.  Manusia hadir dengan sempurna untuk merawat bumi ciptaan Illahi.  Manusia hadir di bumi bukan hanya soal Makan,  minum, bersenang-senang,  Lalu mati.  Lebih daripada itu,  Manusia hadir sebagai Khalifah (pemimpin).

Hidup ini hanya sekali,  maka lakukanlah tugas kita sebagai khalifah,  amalkan sisa usia kita di jalan yang baik dan benar,  pergunakan akal, pikiran, hati dan tindakan kita sebelum bertindak. Jaga dan rawatlah bumi, lalu rawat dan jagalah setiap makhluk yang ada hanya semata-mata mengharapkan Ridho Allah SWT. (**) 

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: