Menu

Mode Gelap
Penguatan Ideologi hingga Pangan Lokal, Ini Fokus BAM Pemuda Muhammadiyah Maluku Basarnas Fakfak Latih Relawan Rumah Zakat Teknik Evakuasi Darurat dan Non Darurat Rehabilitasi Lahan Bandara Siboru, Kodim 1803/Fakfak Tegaskan Komitmen Jaga Lingkungan Seleksi JPT Pratama Fakfak Masuki Tahap Akhir, 13 Jabatan Kantongi Tiga Nama Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak Antisipasi Bencana Kontinjensi, Yon Komposit PRCPB Gelar Apel Gabungan di Fakfak

Konseling & Rohani

Wagub Papua Barat: Islam Hadir di Tanah Papua dengan Damai dan Kasih Sayang

badge-check


					Wagub Papua Barat: Islam Hadir di Tanah Papua dengan Damai dan Kasih Sayang, (Foto: EM/Mulyadi Letsoin). Perbesar

Wagub Papua Barat: Islam Hadir di Tanah Papua dengan Damai dan Kasih Sayang, (Foto: EM/Mulyadi Letsoin).

EMBARANMEDIA.COM, KAIMANA – Menyongsong peringatan 665 tahun masuknya agama Islam di Tanah Papua (1360–2025), Wakil Gubernur Papua Barat, Mohamad Lakotani, SH., M.Si, mengajak seluruh elemen masyarakat untuk meneladani nilai-nilai kedamaian dan kasih sayang yang menjadi fondasi awal penyebaran Islam di bumi Cenderawasih.

“Islam datang ke Tanah Papua bukan dengan kekerasan, tapi melalui kelembutan hati para ulama, pelaut, dan pedagang yang membawa cahaya tauhid dalam tutur kata yang santun,” ujar Wagub Lakotani kepada wartawan embaranmedia.com, Selasa (05/08/2025).

Ia menegaskan, masuknya Islam ke Papua tidak menghapus budaya lokal, melainkan merangkulnya sebagai bagian dari harmoni kehidupan masyarakat. Tradisi seperti idu-idu manina tetap tumbuh, berdampingan dengan nilai-nilai Islam yang menjunjung tinggi persaudaraan dan toleransi.

“Dari Fakfak, Kaimana, Bintuni, hingga Raja Ampat, Islam berakar kuat dalam semangat saling menghormati antarsuku dan antaragama,” ucapnya.

Wagub Lakotani juga mengangkat filosofi lokal Satu Tungku Tiga Batu sebagai simbol kearifan masyarakat Papua yang telah lama menjunjung tinggi kebersamaan. Filosofi ini, katanya, senapas dengan ajaran Islam sebagai rahmatan lil ‘alamin — rahmat bagi seluruh alam.

“Agama seharusnya meneduhkan, bukan menyakiti. Mempersatukan, bukan memecah belah,” tambahnya.

Dalam momentum peringatan ini, Wakil Gubernur mengajak seluruh masyarakat, baik yang tinggal di wilayah pegunungan maupun pesisir, untuk menjadikan sejarah ini sebagai sumber inspirasi dalam membangun Papua Barat yang damai, beriman, dan sejahtera.

“Jangan biarkan sejarah hanya menjadi cerita. Jadikan ia nyala yang membimbing kita semua,” tutupnya.

Selamat memperingati 665 tahun masuknya Islam di Tanah Papua. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan dan rahmat-Nya di atas tanah yang kita cintai, dan atas setiap hati yang terus merawat damai.

Jurnalis: Mulyadi Letsoin || Editor: Redaksi Embaranmedia

Baca Lainnya

Natal Gabungan di Fakfak, Dandim 1803: Momentum Pererat Kebersamaan dan Toleransi

30 Desember 2025 - 08:20

Berbagi Damai Natal, Danrem 182/JO Kunjungi Prajurit dan Keluarga

25 Desember 2025 - 20:48

MUI Fakfak Imbau Warga Jauhi Pergaulan Bebas Cegah HIV

1 Desember 2025 - 14:18

Puluhan Calon Jemaah Haji Fakfak 2026 Gagal Berangkat, Ada Apa dengan Kuota Haji?

27 November 2025 - 16:20

Sambut Natal, Fakfak Gelar Lomba Pondok Hias Bernuansa Kebersamaan

24 November 2025 - 15:27

Trending di Konseling & Rohani
WhatsApp
error:
https://tracerstudy.idu.ac.id/assets/ https://formulir.smanda.sch.id/tmp/ mpp.boyolali.go.id/assets/ https://suratkominfo.hstkab.go.id/data/ https://bank-bindowal.com/data/ https://e-office.maybratkab.go.id/news/ https://alumni.widyatama.ac.id/daftar/ OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY GB777 slot gacor GB777 GB777 slot gacor GB777 slot gacor oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro oklaro Slot Gacor Slot Gacor
OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY OKRUMMY