Khutbah Idul Fitri di Masjid Agung Baitul Makmur: Ustadz Jumroni Tekankan Makna Puasa dan Zakat Fitrah

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pelaksanaan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Baitul Makmur berlangsung khidmat pada Sabtu, 21 Maret 2026. Dalam khutbahnya, Ustadz Hi. Jumroni menyampaikan pesan mendalam tentang makna ibadah Ramadan.

Ia mengawali khutbah dengan ungkapan syukur atas selesainya ibadah puasa. Menurutnya, puasa memiliki nilai istimewa di sisi Allah SWT.

“Alhamdulillah kita telah menyelesaikan ibadah puasa Ramadan satu bulan penuh,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa puasa merupakan ibadah khusus yang balasannya langsung dari Allah SWT.

Baca Juga :  Momentum Bulan Ramadhan, Danrem 182/JO Pererat Silaturahmi TNI dan Insan Pers di Fakfak

Lebih lanjut, ia berharap ibadah puasa yang telah dijalankan mampu membawa dampak positif dalam kehidupan sehari-hari. Nilai-nilai keimanan diharapkan tetap terjaga setelah Ramadan.

“Semoga ibadah puasa kita diterima dan membawa perubahan dalam kehidupan kita,” katanya.

Ia juga mengajak jamaah untuk mempertahankan kebiasaan baik yang telah dibangun selama bulan Ramadan.

Dalam khutbahnya, ia menekankan pentingnya zakat fitrah sebagai penyempurna ibadah puasa. Zakat menjadi bentuk kepedulian sosial terhadap sesama.

Baca Juga :  Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman

“Zakat fitrah merupakan penyempurna puasa sekaligus bentuk solidaritas sosial,” jelasnya.

Ia menambahkan bahwa zakat fitrah dapat membantu mereka yang membutuhkan, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan di tengah masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan bahwa zakat fitrah berfungsi untuk mensucikan jiwa dan menghapus dosa, sehingga menjadi bagian penting dalam ibadah Ramadan.

Baca Juga :  Humanis di Bulan Ramadhan, Kapolres Fakfak Bersama Anggota Bagikan Takjil

“Puasa seorang hamba digantungkan hingga ia menunaikan zakat fitrah,” tegasnya.

Ia pun mengajak seluruh jamaah untuk tidak mengabaikan kewajiban tersebut.

Di akhir khutbah, ia menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan momentum penyucian diri. Umat Muslim diharapkan dapat kembali kepada fitrah dengan hati yang bersih, penuh keikhlasan, serta semangat untuk menjadi pribadi yang lebih baik.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: