Pala Fakfak Naik Kelas, Pemda Buka Perluasan 50 Hektare di Werba Raya dan Malakuli

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak terus memperkuat pengembangan komoditas pala sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Melalui sosialisasi program perluasan Pala Tomandin, pemerintah mendorong pengembangan pala unggul dan hilirisasi perkebunan guna meningkatkan produktivitas, kualitas hasil, serta kesejahteraan petani pala di Kabupaten Fakfak.

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis pemerintah daerah dalam menjaga keberlanjutan komoditas pala yang selama ini dikenal sebagai identitas ekonomi dan budaya masyarakat Fakfak.

Kegiatan sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi kepada masyarakat, tetapi juga momentum membangun kesadaran bersama bahwa pala Fakfak memiliki nilai ekonomi, sejarah, dan budaya yang tinggi. Sejak lama, pala telah menjadi sumber penghidupan masyarakat dan diwariskan secara turun-temurun oleh para petani di wilayah tersebut.

Pemerintah daerah menegaskan komitmennya untuk mengembangkan komoditas pala secara terencana, berkelanjutan, dan berbasis masyarakat. Pala kini tidak lagi dipandang sebagai tanaman tradisional semata, tetapi sebagai komoditas strategis yang mampu memperkuat ekonomi masyarakat dan sektor perkebunan daerah.

Baca Juga :  Fakfak Punya Tren Baru! Turnamen Mini Soccer Jadi Ajang Seru Para Senior Sepak Bola

Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, mengatakan bahwa pada tahun 2026 pemerintah melalui Program Pala Unggul Daerah melaksanakan perluasan areal tanaman pala seluas 50 hektare.

Program tersebut difokuskan pada kelompok petani pala di Distrik Fakfak Barat dan Distrik Karas dengan pendekatan berbasis kelompok peminatan guna memperkuat kelembagaan petani, memudahkan pembinaan, pendampingan, serta pengelolaan kebun secara bersama-sama.

“Pendekatan kelompok ini dilakukan agar pembinaan dan pengelolaan kebun dapat berjalan lebih efektif serta memperkuat kerja sama antarpetani,” ujarnya.

Di Kampung Werba Raya, Distrik Fakfak Barat, pengembangan kebun pala dilakukan melalui Kelompok Hemengpeh dengan luas areal mencapai 20 hektare dan melibatkan 20 CPCL (Calon Petani dan Calon Lokasi).

Baca Juga :  81 Jemaah Haji RI Jalani Pemeriksaan Setiba di Madinah, 10 Dirujuk ke RS Arab Saudi

Sementara di Kampung Malakuli, pengembangan pala mencakup areal seluas 30 hektare yang melibatkan Kelompok Depurin, Kelompok Nusa Bona, Kelompok Tanistuping, dan Kelompok Kasir. Secara keseluruhan, program ini mencakup pengembangan lahan pala seluas 50 hektare.

Dalam sosialisasi yang digelar di Werba Raya, pemerintah daerah juga menekankan pentingnya peningkatan mutu dan kualitas pala Fakfak agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas. Petani didorong memahami teknik budidaya yang baik serta penanganan pascapanen secara tepat, mulai dari proses pengeringan hingga penyortiran biji dan fuli pala.

Dengan pengelolaan yang baik, pala Fakfak diharapkan mampu menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan nilai jual yang lebih baik.

Selain aspek produksi, pemerintah juga menyoroti pentingnya tata niaga pala yang adil dan transparan. Petani dinilai berhak memperoleh harga yang layak sesuai kualitas hasil produksi, namun di sisi lain juga memiliki tanggung jawab menjaga mutu produk agar memenuhi standar pasar.

Baca Juga :  Bupati Fakfak Terbitkan SK Pala Tomandin, Warisan Leluhur Kini Dilestarikan

“Kita ingin membangun hubungan yang saling menguntungkan antara petani dan pelaku usaha. Petani berhak mendapatkan harga yang layak, tetapi produk yang disajikan juga harus berkualitas. Jika kualitas dijaga, maka kepercayaan pasar terhadap pala Fakfak akan terus meningkat,” jelas Widhi.

Pemerintah daerah berharap program sosialisasi dan perluasan Pala Tomandin ini mampu mendorong masyarakat untuk mengembangkan kebun pala secara lebih baik dan berkelanjutan.

Dengan pengelolaan yang terencana, peningkatan kualitas produksi, serta sistem tata niaga yang sehat, pala Fakfak diharapkan terus berkembang sebagai komoditas unggulan daerah yang mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan petani di Kabupaten Fakfak.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: