Goras Berpeluang Jadi Lokasi Jetty CPO, Kepala Kampung Sambut Positif Investasi Sawit

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Kepala Kampung Goras, Syamsudin Napitupulu, menyatakan dukungannya terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit yang akan dikembangkan di wilayah Distrik Bomberay dan Tomage, Kabupaten Fakfak. Ia menilai investasi yang dikelola secara profesional dan bertanggung jawab dapat menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.

Syamsudin berharap Kampung Goras dapat dipertimbangkan sebagai salah satu lokasi alternatif pembangunan jetty bongkar muat logistik dan jetty Crude Palm Oil (CPO). Harapan tersebut disampaikan seiring pelaksanaan survei dan verifikasi lapangan yang saat ini dilakukan oleh tim teknis bersama investor.

Menurutnya, Kampung Goras memiliki posisi yang strategis karena berada di kawasan muara dengan akses langsung ke perairan yang berpotensi mendukung aktivitas transportasi laut dan distribusi hasil perkebunan.

“Kami menyambut baik rencana investasi yang masuk ke wilayah Bomberay dan Tomage. Harapan kami, Kampung Goras dapat menjadi salah satu alternatif lokasi pengembangan jetty bongkar muat maupun jetty CPO karena memiliki posisi yang strategis dan didukung potensi wilayah laut yang berada di kawasan muara,” ujar Syamsudin.

Baca Juga :  Hormati Jasa Para Senior, Subdenpom Fakfak Laksanakan Anjangsana Penuh Kekeluargaan

Ia menambahkan, pembangunan infrastruktur pendukung seperti jetty tidak hanya akan menunjang operasional perusahaan, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi masyarakat melalui peningkatan akses transportasi, tumbuhnya aktivitas ekonomi baru, terbukanya peluang usaha, serta meningkatnya kesempatan kerja.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengapresiasi dukungan masyarakat Kampung Goras terhadap rencana investasi perkebunan kelapa sawit yang tengah dikaji pemerintah daerah bersama investor.

Widhi menjelaskan, saat ini Direktur Teknis bersama tim yang bekerja sama dengan PT STM Agro Energi sedang melakukan survei teknis lapangan untuk mengidentifikasi sejumlah lokasi yang dinilai potensial mendukung pengembangan perkebunan kelapa sawit beserta infrastruktur pendukungnya.

Beberapa titik yang menjadi fokus survei antara lain Kali Handak Otoweri, Kali Tesha, dan Muara Goras.

“Tim teknis saat ini sedang melakukan peninjauan dan verifikasi lapangan di beberapa titik potensial, yaitu Kali Handak Otoweri, Kali Tesha, dan Muara Goras. Survei ini bertujuan untuk melihat tingkat kesesuaian lokasi dari berbagai aspek teknis, termasuk kondisi perairan, kedalaman alur, aksesibilitas, karakteristik muara, serta potensi pengembangan fasilitas bongkar muat dan jetty CPO di masa mendatang,” jelas Widhi.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Kunjungan, Ketua Persit KCK Kasuari Bawa Pesan Penting untuk Anak PAUD Fakfak

Menurut Widhi, penentuan lokasi pembangunan jetty bongkar muat maupun jetty CPO tidak dapat dilakukan secara sepihak. Proses tersebut harus melalui kajian menyeluruh yang mempertimbangkan berbagai aspek teknis dan lingkungan.

Beberapa faktor yang menjadi pertimbangan meliputi kondisi perairan, kedalaman alur pelayaran, aksesibilitas darat dan laut, keselamatan pelayaran, dampak lingkungan, hingga manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat dan pemerintah daerah.

“Kami mengapresiasi dukungan dan masukan yang disampaikan oleh Kepala Kampung Goras. Aspirasi tersebut menjadi bagian dari informasi penting yang akan dihimpun dalam proses survei dan kajian teknis. Semua lokasi yang disurvei akan dinilai secara objektif sehingga dapat diketahui lokasi yang paling sesuai untuk mendukung kegiatan operasional investasi sekaligus memberikan manfaat yang optimal bagi masyarakat dan daerah,” katanya.

Baca Juga :  Bukan Sekadar Turnamen, Liga Tomandin PBSI Fakfak Angkat Pala Kebanggaan Daerah ke Arena Olahraga

Lebih lanjut, Widhi menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Fakfak berkomitmen mengawal setiap investasi yang masuk agar sejalan dengan prinsip pembangunan berkelanjutan, menghormati hak-hak masyarakat adat, menjaga kelestarian lingkungan, serta memberikan dampak positif bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, investasi yang berkualitas harus mampu menciptakan keseimbangan antara kepentingan pembangunan, kesejahteraan masyarakat, dan perlindungan sumber daya alam.

Karena itu, seluruh proses perencanaan dan pengambilan keputusan akan dilakukan secara transparan, partisipatif, serta berdasarkan hasil kajian teknis yang dapat dipertanggungjawabkan.

Dengan survei yang masih berlangsung, Pemerintah Kabupaten Fakfak berharap potensi kawasan Bomberay dan Tomage dapat dipetakan secara menyeluruh sebagai dasar pengembangan investasi perkebunan kelapa sawit yang berkelanjutan, sekaligus mendukung pembangunan infrastruktur strategis yang memberikan manfaat luas bagi masyarakat Kabupaten Fakfak.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: