Pemda Fakfak Perkuat Sentra Tembakau Negeri di Teluk Patipi dan Kramongmongga

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan mengembangkan komoditas kearifan lokal melalui program penanaman Tembakau Negeri seluas 1 hektare di sejumlah wilayah sentra produksi.

Program tersebut dilaksanakan pada empat kelompok tani, yakni Kelompok Ten Janom di Kampung Adora, Kelompok Krih Qpan di Kampung Us, Kelompok Kwamkwamur, serta Kelompok Siribon di Kelurahan Fakfak Utara yang berada di wilayah Distrik Teluk Patipi dan Distrik Kramongmongga.

Saat meninjau lokasi penanaman, Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST., MT., mengatakan bahwa pemerintah daerah secara konsisten mengalokasikan program pengembangan Tembakau Negeri setiap tahun, meskipun masih dalam skala terbatas.

Menurutnya, Tembakau Negeri merupakan tanaman endemik yang memiliki nilai budaya, sosial, dan ekonomi yang kuat bagi masyarakat Fakfak. Karena itu, keberadaannya perlu terus dilestarikan sebagai bagian dari identitas dan produk unggulan kearifan lokal daerah.

Baca Juga :  Pekebun Pala Fakfak Hadiri Forum Kementan di Jakarta, Pengembangan 1.000 Hektare Menguat

“Pemerintah daerah berkomitmen untuk terus mendukung pengembangan Tembakau Negeri karena tanaman ini bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari warisan budaya masyarakat Fakfak,” ujar Widhi.

Ia menjelaskan, budidaya Tembakau Negeri membutuhkan perhatian dan ketelatenan yang tinggi karena tanaman tersebut sangat sensitif terhadap perubahan cuaca maupun serangan hama.

“Tembakau Negeri membutuhkan perawatan yang sangat intensif. Petani harus rutin mengunjungi kebun setiap hari untuk memantau pertumbuhan tanaman, membersihkan gulma, menjaga kelembapan lahan, serta mengendalikan hama dan penyakit yang dapat merusak daun,” jelasnya.

Menurut Widhi, daun merupakan bagian utama yang menentukan kualitas dan nilai jual tembakau. Karena itu, kondisi daun harus dijaga agar tetap sehat, lebar, dan tidak mengalami kerusakan akibat serangan hama.

Baca Juga :  Polres Fakfak Gelar Anjangsana ke Purnawirawan dan Warakawuri Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa pendampingan dari Dinas Perkebunan tidak hanya dilakukan pada tahap penanaman, tetapi juga berlanjut hingga masa pemeliharaan dan panen.

“Kualitas hasil panen sangat ditentukan oleh proses perawatan. Jika tanaman dirawat dengan baik dan terhindar dari serangan hama, maka daun yang dihasilkan akan memiliki mutu yang baik dan bernilai ekonomi lebih tinggi. Dalam satu musim, setiap pohon bahkan dapat menghasilkan panen daun sebanyak dua hingga tiga kali,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Krih Qpan Kampung Us, Mama Hermelina Iha, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan yang terus memberikan pendampingan kepada para petani tembakau.

“Kami sangat bersyukur karena pemerintah tidak hanya memberikan bantuan, tetapi juga turun langsung melihat kebun kami. Mulai dari proses tanam, perawatan hingga panen selalu didampingi,” ujarnya.

Baca Juga :  Dari Komsos ke Aksi Nyata, Babinsa Dorong Lahan Tidur Jadi Ladang Harapan

Ia menuturkan, para anggota kelompok tani setiap hari turun ke kebun untuk membersihkan tanaman dan mengawasi serangan hama demi menjaga kualitas daun tembakau.

“Usaha tembakau ini menjadi salah satu sumber ekonomi bagi kelompok mama-mama di kampung. Hasil yang kami peroleh banyak digunakan untuk membantu biaya pendidikan anak-anak,” ungkapnya.

Melalui program tersebut, Dinas Perkebunan Kabupaten Fakfak berharap Tembakau Negeri dapat terus berkembang sebagai komoditas unggulan berbasis kearifan lokal yang tidak hanya menjaga warisan budaya masyarakat, tetapi juga mampu meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan pekebun di kampung-kampung penghasil tembakau di Kabupaten Fakfak.

Pewarta: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: