Menu

Mode Gelap
KRI Balongan-908 Bersandar di Fakfak, Bupati Samaun Dahlan: Kehadiran TNI AL Perkuat Keamanan Laut Berbagi Ramadan 1447 H, Crew Embaran Media Salurkan 11 Paket Sembako untuk Warga Membutuhkan di Fakfak Remas Nurul Taqwa Tanjung Sendiri Fakfak Gelar Festival Anak Sholeh, Perkuat Pendidikan Islam Anak Danrem 182/JO: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, TNI Siap Jaga Stabilitas TNI Gelar Bazar Ramadhan Sembako Murah di Fakfak, Bantu Warga Hadapi Idul Fitri 1447 H Momentum Bulan Ramadhan, Danrem 182/JO Pererat Silaturahmi TNI dan Insan Pers di Fakfak

Pemerintahan

Soal Pemasaran Hasil Panen Petani Lokal, Dinas Pertanian & Ketahanan Pangan Fakfak Berikan Opsi Buat Pasar Tani

badge-check


					Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Muhamad Soleh, SHut Perbesar

Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Muhamad Soleh, SHut

Embaranmedia.com, Fakfak – Kepala Dinas Pertanian Dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak Muhamad Soleh, SHut, MSi menjelaskan terkait dengan kebutuhan sayur-mayur Dikabupaten Fakfak per tahun sebesar 7.000 ton guna mensuplay permintaan warga masyarakat Fakfak.

Menurutnya, kalau jadi gambaran volume sayur yang masuk dari Kmp. Kalabia maupun Kapal Pelni sesungguhnya data yang kita terima yaitu Volume Sayur sayuran yang masuk dari luar Fakfak hanya 1.000 ton.

“Jadi, 1.000 ton sayur mayur yang masuk dari luar Fakfak maka Sisanya 6.000 Ton Sayur mayur itu berasal dari Petani Lokal Fakfak, “Ujar Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak saat diwawancarai oleh embaranmedia.com di ruang kerjanya, Kamis (16/09/2021) Siang.

Lanjutnya, Terkait pemasaran oleh Petani Lokal, perlu kita ketahui dahulu yaitu harga cabe saat ini menurun ke Rp.35.000,- sampai Rp.50.000,-. Padahal dari sisi ekonomi biaya produksi dari cabe tidak boleh harganya segitu dan minimal Rp. 75.000,- baru bisa mendapatkan angka layak.

“Harga cabe bisa menurun seperti ini disebabkan karena produksi cabe pada petani lokal sangat melimpah, dan beberapa kawasan utama dan penyangga terus mensuplai ke pasar. Kawasan utama adalah Werabuan, Bomberay dan Karas serta kawasan penyangga yaitu Pulau Panjang, “Jelasnya.

Tambahnya, dari sisi aspek pemasaran, kita juga tidak bisa mengatur tentang harga karena melanggar aturan perdagangan dan Pemerintah Daerah tidak mempunyai kewenangan untuk menetapkan harga tersebut.

“Terkait dengan kendala itu semua, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Fakfak mempunyai opsi yaitu membuat Pasar Tani, sehingga Petani Lokal tidak lagi melalui tengkulak, karena di Pasar induk pun semuanya melalui tengkula, maka dari itu, kami telah mengusulkan kepada Bapak Bupati terkait dengan opsi yang kami berikan untuk membuat Pasar Petani Lokal, “Pungkasnya.

Ia menambahkan kembali, kalau ada Pasar Tani maka petani lokal bisa langsung berjualan di pasar itu dan semuanya harus asli dari Petani Lokal OAP Fakfak.

“Kami juga memberikan saran untuk lokasi Pasar Tani yakni di Jalan Baru dan Jalan Kokas, karena masyarakat dari kampung-kampung bisa langsung berjualan disitu, “Pungkasnya.

Selanjutnya, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan mengatakan terkait Pemasaran di Kampung Gar juga kami berupaya untuk membantu memasarkannya, tetapi pasar kita dipenuhi komuditas petani lokal dari kampung-kampung lain, maka dari itu semuanya ada pada Pembangunan Pasar Tani Tradisional, supaya bisa mengakomodir semua petani lokal OAP Fakfak yang berjualan hasil kebun mereka sendiri. (EM/AZT)

Baca Lainnya

Danrem 182/JO: Masyarakat Tak Perlu Khawatir, TNI Siap Jaga Stabilitas

14 Maret 2026 - 10:19

Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman

12 Maret 2026 - 16:18

Bansos Sembako dan PKH Mulai Disalurkan di Fakfak, Ribuan Warga Jadi Penerima

10 Maret 2026 - 09:11

Rekrutmen Polri 2026 Disosialisasikan di SMAN 1 Fakfak, Siswa Didorong Persiapkan Diri

5 Maret 2026 - 12:54

Apel Gabungan HUT Damkar dan Satpol PP di Fakfak, Satpol PP Bentuk Unit Reaksi Cepat

5 Maret 2026 - 08:56

Trending di Pemerintahan
WhatsApp
error: