Fakfak Dorong Hilirisasi Pala Nasional: 200 Hektare Pala Unggul Mulai Ditanam di 2025

EMBARANMEDIA.COM, FAKFAK – Pemerintah Kabupaten Fakfak melalui Dinas Perkebunan mulai merealisasikan program pengembangan pala unggul seluas 200 hektare yang bersumber dari Anggaran Biaya Tambahan (ABT) APBN 2025.

Program ini mencakup pendistribusian bibit pala unggul serta pendampingan teknis penanaman kepada petani melalui skema peminatan langsung, yakni mekanisme di mana petani diwajibkan menyiapkan lahan sebelum menerima bantuan bibit.

Tahun ini, program melibatkan 29 kelompok tani dengan total 200 Calon Petani Calon Lahan (CPCL) yang tersebar di 9 distrik, yakni Fakfak, Fakfak Tengah, Furwagi, Teluk Patipi, Wartutin, Kokas, Kramongmongga, Kayauni, dan Fakfak Timur.

Baca Juga :  Pemkab Fakfak Dorong SNI Pala Tomandin, Petani Diminta Jaga Kualitas Hadapi Panen 2026

Skema peminatan langsung dinilai efektif untuk memastikan bantuan benar-benar diterima petani yang siap lahan, berkomitmen, dan mampu mengikuti standar teknis penanaman.

Plt. Kepala Dinas Perkebunan Fakfak, Widhi Asmoro Jati, ST, MT, saat mendampingi tim BBPPT Ambon dalam monitoring program, menjelaskan bahwa bantuan pemerintah pusat yang disinergikan dengan pemerintah daerah bernilai sekitar Rp 1,3 miliar.

Baca Juga :  164 Personel Disiagakan, Polres Fakfak Amankan Perayaan Paskah 2026

“Anggaran tersebut dialokasikan untuk insentif kerja petani (HOK) serta penyediaan 24 ribu bibit pala unggul yang diberikan langsung kepada 200 CPCL penerima manfaat,”kata Widhi.

Program pengembangan pala unggul ini merupakan bagian dari dukungan pemerintah pusat terhadap percepatan hilirisasi komoditas strategis dalam kerangka Program Danantara. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas perkebunan, mendorong industrialisasi pala, serta memperkuat kesejahteraan petani dan pelaku usaha sektor strategis.

Baca Juga :  Pemda Fakfak Inspeksi Pedagang Pala, Pastikan Kenaikan Harga Dirasakan Petani

Dengan terealisasinya bantuan 200 hektare pala unggul tersebut, Kabupaten Fakfak semakin menegaskan perannya dalam pengembangan pala sebagai komoditas prioritas nasional.

“Program ini diproyeksikan tak hanya meningkatkan produktivitas dan kualitas pala Fakfak, tetapi juga memperkuat rantai nilai hilir sehingga memberikan manfaat ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat,”pungkasnya.

Jurnalis: AZT || Editor: Redaksi Embaranmedia

Tutup
error: