Menu

Mode Gelap
Musrenbang Pariwari 2026, Bupati Samaun Soroti Validasi Data Bansos dan Prioritas Listrik-Air Bersih Wagub Abdullah Vanath Temui Massa Demo Gunung Botak, Pemuda Desak Transparansi Tambang Jelang Lebaran, Polres Fakfak Turunkan 64 Personel! Operasi Ketupat Mansinam 2026 Resmi Dimulai PHBI Fakfak Siapkan Enam Titik Salat Id, Takbir Keliling Meriahkan Malam Idul Fitri 1447 H Harga Sembako Dipantau Ketat Jelang Idulfitri, Disperindag Fakfak Pastikan Stok Aman Sasi yang Terbuka di Arguni dan Harapan Baru Cadangan Gas Papua Barat

Opini

Tahun Baru Semangat Jejak Langkah Baru

badge-check


					Tahun Baru Semangat Jejak Langkah Baru Perbesar

Oleh: Haedar Nashir (Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah)

EMBARANMEDIA.COM – Banyak warga masyarakat menantikan tahun baru dengan semangat kegembiraan tinggi. Ketika hari yang dinantikan itu tiba tidak sedikit yang euforia, seakan menemukan sesuatu yang membahagiakan. Hingga batas tertentu hal itu manusiawi karena manusia memiliki sifat dasar suka kesenangan yang bersifat inderawi atau duniawi.

Tapi sebagai bahan refleksi, penting kiranya bertanya pada diri sendiri. Untuk apa menyambut tahun baru dengan euforia? Lebih-lebih disertai pestapora hingga ada yang berlebihan. Bukankah datangnya tahun baru dan lepasnya tahun lama sejatinya usia setiap orang berkurang satu tahun. Lalu, bagi orang beriman, apa bekal hidup kita di Hari Akhir pasca kehidupan di dunia?

Tuhan bersumpah demi waktu dalam “al-Ashr”. Manusia akan merugi kecuali mereka yang beriman dan beramal shaleh, serta saling menasihati untuk kebenaran dan kesabaran (QS Al-Ashr: 1-3).

Nabi pun bersabda yang artinya tiga perkara yang akan menyertai manusia hidup di Hari Akhir setelah kematian. Pertama amal jariyah atau amal shaleh, kedua anak shaleh yang mendoakan orangtuanya, ketiga ilmu yang dimanfaatkan.

Karenanya, sangat bijaksana jika kehadiran tahun baru disambut dengan kesadaran diri yang utama untuk memperbaiki langkah yang salah atau keliru di tahun lalu dan berbuat yang baik dan lebih baik di tahun depan dalam segala hal. Jika ada jejak tercecer di belakang lebih baik diganti dengan jejak kebajikan ketika memulai awal tahun baru. Kegembiraan cukup sekadarnya dan diganti kebermaknaan.

Bagi para warga dan elite bangsa dalam berbangsa dan bernegara mari tahun baru diawali dengan jejak positif seraya meninggalkan jejak negatif. Seperti pesan Presiden Prabowo dalam Perayaan Natal, agar mereka yang salah seperti para koruptor, melakukan pertobatan.

Pesan penting tersebut mengandung makna mendalam, tinggalkan hal-hal buruk dan salah, serta lakukan jejak baru yang benar dan baik dalam kehidupan kebangsaan. Korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, kerakusan, kekerasan, ketidakadilan, serta segala ketidakbenaran dan ketidakbaikan dalam perikehidupan kebangsaan mesti ditanggalkan dan diucapkan selamat tinggal.

Mari kedepankan kejujuran, keterpercayaan, kerja keras, kemandirian, kebersamaan, keluhuran moral, dan keberadaban dalam mengawali tahun baru. Bagi kaum muda serta Generasi Milenial dan Gen Z utamakan kepercayaan pada diri sendiri, kegigihan, dan etos kemajuan seraya jauhi hidup serba menerabas dan instan. Masa depan tergantung pada jejak masa kini dan awal tahun baru 2025 adalah langkah angkatan pertama (the first time) memulai hidup dengan etos kemajuan meraih keberhasilan yang bermakna!

Baca Lainnya

Satu Tahun Kepemimpinan Samaun–Donatus di Fakfak, Akademisi Beri Catatan dan Harapan

5 Maret 2026 - 15:52

Seragam Gratis dan Tantangan Mutu Pendidikan di Fakfak

27 Februari 2026 - 07:11

Akademisi Marthen Pentury Kritik Pengelolaan Air Bersih di Fakfak: 29 Tahun Tak Tuntas, Warga Masih Trauma

20 Februari 2026 - 15:07

TikTok, Media, dan Pengendalian Cara Berpikir Manusia

14 Januari 2026 - 12:16

Menikah Muda: Antara Tren Viral dan Realita Perempuan Fakfak

6 Januari 2026 - 13:34

Trending di Opini
WhatsApp
error: